Share

Kerjasama Industri Hulu Migas dengan UMKM Dongkrak Ekonomi, Ini Buktinya

Feby Novalius, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 320 2637939 kerjasama-industri-hulu-migas-dengan-umkm-dongkrak-ekonomi-ini-buktinya-p87Xyj10cX.jpg Kerjasama Industri Hulu Migas dengan UMKM Lokal. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membuat Forum Kapasitas Nasional. Di mana forum ini memfasilitasi kerjasama industri hulu migas dengan industri nasional.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, Forum Kapasitas Nasional memfasilitasi kerjasama yang lebih luas di antara semua pemangku kepentingan industri hulu migas nasional. Hal ini menunjukkan besarnya dukungan dan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas nasional.

Menurutnya, Forum Kapasitas Nasional merupakan salah satu upaya Industri hulu migas untuk mendongkrak kemampuan industri nasional dalam mendukung Kegiatan Hulu Migas, dengan menjadi showroom bagi pemain-pemain dalam negeri untuk menunjukkan kemampuannya agar dapat diserap oleh industri hulu migas.

Baca Juga: Indonesia Punya 'Harta Karun' Triliunan Rupiah, Bisa Buat Bayar Utang?

“Di sini kami memfasilitasi kerja sama di antara pelaku usaha untuk terlibat lebih jauh dalam aktivitas industri hulu migas nasional. Kerja sama ini tentunya akan memperkuat kapasitas nasional, untuk mengejar target produksi 2030, menuju produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030,” katanya, Kamis (28/7/2022).

Dwi Soetjipto menekankan, di Forum Kapasitas Nasional akan terjadi pertukaran informasi, pengetahuan dan peluang kerja sama yang bisa dilakukan ke depan. Forum Kapnas II 2022 juga akan menjadi ajang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai hambatan dan tantangan yang mungkin dihadapi para pemangku kepentingan industri hulu migas, terutama pelaku usaha yang terlibat sebagai penunjang industri hulu migas.

Baca Juga" SKK Migas: Masih Ada 128 Cekungan Migas di RI

“Kerja sama yang produktif di antara pelaku usaha lokal dan nasional sebagai penunjang mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta meningkatkan capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas. Saat ini realisasi TKDN industri hulu migas telah mencapai 63%. Angka itu 6% melampaui targat yang ditetapkan pemerintah yang sebesar 57%,” ujarnya.

Kerjasama ini pun dirasakan manfaatnya oleh UMKM UMKM binaan BP Indonesia, Subitu Group. Anggota Subitu Inti Konsultan, Felistia Wariri mengungkapkan bahwa program ini mendorong potensi-potensi masyarakat khususnya di Bintuni.

"Pola kemitraan baik sekali karena ada dukungan SKK Migas baik di pusat maupun perwakilan. Komunikasi terbuka dengan BP dan SKK Migas," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa sekarang UMKM atau industri sekitar mulai mendukung industri hulu migas, BP Indonesia. Di mana banyak UMKM yang memproduksi seragam hingga alat tulis dari perusahaan tersebut.

"Baju seragam Tangguh itu dari UMKM. Ada alat tulis dan lainnya. Jadi vendor kita sendiri," tuturnya,

Dirinya berharap dari program ini UMKM bisa terus berkembang dan bisa berdiri sendiri. Selain itu,m dirinya berharap memberikan dampak lebih besar bagi pengguna di Bintuni.

"Dari 2015 sampai sekarang ada 300 punya pendampingan. Jadi ada ada kontraktor lokal, UMKM dan banyak. 95% usaha lokal menerima manfaatnya," ujarnya.

Sementara itu, Subitu Kreasi Busana telah membuka dua cabang retail di Provinsi Papua Barat yang di kabupaten Manokwari dan Kota Sorong. Subitu Kreasi Busana juga menjalankan pemasaran secara online serta melayani pengiriman bagi permintaan di luar wilayah Papua Barat.

"Produksi per bulan kami baru 200 pakai jadi motif Papua baik pakai anak-anak maupun orang dewasa untuk pemasaran di toko kami di Manokwari dan Kota Sorong," kata Manager Cabang PT Subitu Kreasi Busana, Evalda C Yandey.

Dikatakan dukungan dari Perusahaan gas BP masih berjalan namun tidak seperti dulu lagi karena hasil penjualan terutama di Sorong sebagai souvenir wisatawan yang mengunjungi Raja Ampat secara bertahap sudah bisa membiayai produksi.

"Kami terus berkembang menuju kemandirian dan diupayakan ke depan UMKM binaan BP ini menjadi satu-satunya UMKM besar Mandiri di Papua Barat," tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini