Share

Kisah Bos Kebab Baba Rafi, Dulu Sopir hingga Bawa Perusahaan IPO di Bursa Efek

Viola Triamanda, Okezone · Sabtu 30 Juli 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 455 2638948 kisah-bos-kebab-baba-rafi-dulu-sopir-hingga-bawa-perusahaan-ipo-di-bursa-efek-zMGD8e86eV.jpg Kisah Sukses CEO Sari Kreasi Boga Eko Pujianto. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Emiten kebab turki Baba Rafi, PT Sari Kreasi Boga Tbk segera melakukan penawaran saham ke publik pada 5 Agustus 2022. CEO Baba Rafi Eko Pujianto pun turut dinobatkan sebagai CEO termuda di Indonesia saat melakukan IPO.

Eko Pujianto ternyata bukan seseorang yang menekuni bisnis ini sejak awal. Bahkan kuliahnya pun menempuh pendidikan di jurusan Kimia Universitas Sebelas Maret.

Dirinya mengaku tidak niat untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah karena terkendala biaya.

Baca Juga: Sari Kreasi Boga (RAFI) Bakal IPO, Lepas 948 Juta Saham

"Saya dulu bidikmasi dari awal masuk kuliah sampai saya tamat itu dibiayai bidik misi di UNS," jelasnya, saat Webinar Ceo Talk and Business Inspire bersama UNS, Jumat (29/7/22).

Dia juga menjelaskan bahwa tidak menekuni dunia bisnis sejak awal. Malah saat merantau ke Jakarta, dirinya menekuni pekerjaan sebagai sopir.

"Saya ngikutin salah satu orang yang punya bisnis bagus, hal ini kemudian membuat saya belajar tentang financial," jelasnya.

Baca Juga: Debut IPO, Saham DEWI Tembus Auto Rejection Atas

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dirinya menyadari peluang bisnis karena sudah mulai untuk belajar tentang keuangan.

''Saya melek uang, dan harta itu ya karena saya belajar financial education," terangnya.

Dia turut menyayangkan kurangnya literasi keuangan masyarakat Indonesia, padahal melalui inilah kita akan melek keuangan dan bisa memanfaatkan gaji dengan baik.

Menurutnya, orang yang bergaji Rp50 juta akan jadi miskin jika tidak paham dan tidak penyadari pentingnya pendidikan financial.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, untuk sukses seseorang tidak boleh melupakan banyaknya orang penting dan banyaknya orang yang memberikan manfaat.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah, kita harus mengingat dan membalas jasa jasa semua orang yang sudah berinvestasi untuk kesuksesan kita," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini