Share

Mitratel (MTEL) Naikkan Capex Jadi Rp14 Triliun di 2022

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 278 2641006 mitratel-mtel-naikkan-capex-jadi-rp14-triliun-di-2022-JIQ7l1PpAu.jpg MTEL siapkan capex. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel merevisi target pendapatan menjadi 12%.

Hal itu membuat belanja modalnya atau capital expenditure (capex) menjadi Rp14 triliun, dari rencana awal Rp10 triliun tahun ini.

Direktur Investasi Mitratel, Hendra Purnama, mengatakan penambahan capex dilakukan untuk memastikan pihaknya tidak berhenti di penguasaan tower. Hendra mengungkapkan sudah ada target yang dicanangkan di 2022.

 BACA JUGA:Madusari Murni Indah (MOLI) Siapkan Capex Rp240 Miliar

"Capex meningkat karena akuisisi tower yang tadinya ditarget 3.000 jadi 6.000. Sehingga capex-nya meningkat dari sekitar Rp10 triliun jadi Rp14 triliun," ungkap Hendra dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Sampai dengan Juli 2022, Hendra mengatakan realisasi capex sudah mencapai sekitar Rp12 triliun. Termasuk untuk mendanai akuisisi 6.000 tower Telkomsel baru-baru ini senilai Rp10,28 triliun.

Sementara sisanya sekitar Rp2 triliun akan dialokasikan untuk penambahan tower secara organik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain merevisi naik target pendapatan, anak usaha Telkom ini juga meningkatkan pembangunan menara dari 750 menara di awal tahun, menjadi 1.000 menara. Begitu juga dengan target pembangunan jaringan fiber optik yang ditingkatkan dari 6.000 km di awal tahun, menjadi 9.000 km hingga akhir tahun ini.

"Kita bisa membangun 9.000 km fiber optik hingga akhir tahun ini di seluruh Indonesia. Target EBITDA tahun ini menjadi 15 persen," ujar Hendra.

Mitratel juga merevisi target pendapatan sampai akhir tahun dari semula di kisaran 10-11% menjadi 12%. EBITDA dari yang semula 13% juga direvisi menjadi 15%.

Pada paruh pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp891,54 miliar. Laba tersebut naik 27,23% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp700,74 miliar.

Raihan itu sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 15,48% menjadi Rp3,27 triliun pada semester I 2022 dari Rp3,27 triliun pada semester I 2021.

Mayoritas kontribusi pendapatan berasal dari pendapatan sewa menara yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,5%, dari Rp2,93 triliun menjadi Rp3,33 triliun. Kontribusi lainnya berasal dari tower-related business yang meningkat 35,4% menjadi Rp399 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini