Share

Subsidi BBM Capai Rp507 Triliun, BPH Migas Usul Kuota Pertalite dan Solar Ditambah Lagi

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 03 Agustus 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 320 2641282 subsidi-bbm-capai-rp507-triliun-bph-migas-usul-kuota-pertalite-dan-solar-ditambah-lagi-YrtSwNK7Vw.jpg Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kuota BBM subsidi akan habis pada akhir tahun ini.

Hal itu karena konsumsi BBM jenis Pertalite tahun ini diproyeksikan bakal mencapai 28 juta Kiloliter (KL).

Sementara kuota yang sudah ditetapkan pemerintah pada tahun ini hanya 23,05 juta Kiloliter, sehingga diprediksi hanya bertahan sampai September 2022.

Hingga pada Juli 2022 konsumsinya sudah mencapai 15,9 juta KL atau 69% dari kuota yang sudah ditetapkan pada tahun ini sebesar 23 juta KL.

 BACA JUGA:Harga BBM Pertamina, Vivo hingga Shell per 3 Agustus 2022

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah memberikan usulan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI untuk penambahan kuota

"Sebetulnya sudah diusulkan dalam raker Komisi 7 dengan Kementerian ESDM untuk penambahan kuota," ujar Saleh saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (3/8/2022).

Dia menuturkan, yang bisa dilakukan saat ini ialah melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi kepada yang berhak menerima.

"Jadi yang bisa dilakukan adalah pengendalian konsumsi ke yang berhak," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM menyetujui penambahan kuota BBM bersubsidi Pertalite tahun ini sebesar 5 juta KL, sehingga total kuota menjadi 28 juta KL.

Tambahan kuota ini didorong oleh melonjaknya komsumsi usai pandemi Covid-19 mereda.

"Setelah menghitung berbagai hal, maka antara pemerintah dalam hal ini yang diwakili Menteri ESDM dan kami di komisi VII menetapkan bahwa terjadi kenaikan penambahan volume BBM bersubsidi sejumlah 5 juta KL di DPR," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini