Share

Pinago Utama (PNGO) Raup Penjualan Rp1,16 Triliun di Semester I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 278 2641716 pinago-utama-pngo-raup-penjualan-rp1-16-triliun-di-semester-i-2022-4CXqvk1psK.jpeg Penjualan PNGO (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pinago Utama Tbk (PNGO) mencatatkan penjualan sebesar Rp1,16 triliun di semester I/2022. Capaian itu meningkat 16,99% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp995,82 miliar.

Sebagian besar pemasukan PNGO berasal dari penjualan minyak sawit dan inti sawit mencapai Rp626,73 miliar, sedangkan komoditas karet menyerap perolehan sebesar Rp537,16 miliar, disusul penjualan kompos Rp1,13 miliar.

Kendati pemasukan tumbuh, sayangnya laba bersih yang diamankan lebih rendah 16,81 persen menjadi Rp99,99 miliar, dari semester pertama tahun lalu di angka Rp120,21 miliar. Ini terjadi akibat adanya kenaikan biaya pembelian bahan produksi.

Berdasarkan laporan keuangan PNGO, dikutip Kamis (4/8/2022), perseroan tampak mengalami kenaikan beban pokok penjualan sebesar 24,83 persen yoy mencapai Rp922,21 miliar. Biaya terbesar berasal dari pembelian tandan buah segar (TBS) dan bongkahan karet total mencapai Rp417,56 miliar.

Biaya pemupukan juga meningkat menjadi Rp20,02 miliar, dari periode tahun lalu sebanyak Rp5,40 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan biaya pemeliharaan tanaman dan pengolahan, meskipun ongkos panen dan pengangkutan mampu terpangkas.

Dari segi internal, beban distribusi mampu terjaga di kisaran Rp10,5 miliar, meskipun biaya gaji dan tunjangan lainnya meningkat mencapai total Rp40,52 miliar.

Kinerja paruh pertama tahun ini membuat PNGO mencetak laba per saham dasar sebesar Rp128, alias lebih rendah dari periode sama tahun lalu di angka Rp154..

Melihat mesin neraca perseroan per 30 Juni 2022, PNGO memiliki total aset sebesar Rp1,58 triliun, alias lebih tinggi 5,43 persen dari akhir 2021 sebanyak Rp1,49 triliun. Adapun kewajiban pembayaran atau liabilitas naik 4,16 persen menjadi Rp899,45 miliar, sementara ekuitas perseroan tumbuh 7,16 persen mencapai Rp680,59 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini