Share

RI Gandeng Perusahaan Asing Garap 'Harta Karun' dalam Negeri

Rizky Fauzan, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642038 ri-gandeng-perusahaan-asing-garap-harta-karun-dalam-negeri-nsAoZ1a4Ru.jpg Migas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, industri hulu migas mendukung pengembangan kapasitas nasional dengan melibatkan peran usaha asing lokal dalam menunjang kegiatan operasi.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan bahwa perusahaan berskala nasional dan global yang bergerak pada industri hulu migas telah berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas nasional, sehingga dapat meningkatkan perekonomian wilayah.

"Perusahaan tersebut memperlihatkan besarnya dukungan mereka terhadap pengembangan kapasitas nasional, " kata Erwin, di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

 BACA JUGA:SKK Migas: Masih Ada 128 Cekungan Migas di RI

Dia mengatakan, salah satu perusahaan asing seperti COSL punya komitmen yang tinggi memaksimalkan potensi lokal dalam menunjang kegiatan operasional migas di Indonesia.

Hal ini pun diakui Health and Safety Environtment (HSE) Manager COSL, Indra Taufik yang hadir mewakili perusahaan.

Menurutnya, meskipun COSL milik China, namun dalam operasionalnya tetap memprioritaskan pekerja lokal. Jumlah pekerja COSL saat ini sekitar 1.100 orang.

“Sekitar 75 sampai 80 persennya pekerja lokal. Di internal perusahaan ada program pengembangan SDM, dan ini menunjukkan adanya komitmen untuk memperkuat kapasitas pekerja lokal,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini