Share

4 Fakta Utang RI Tembus Rp7.123 Triliun, Nomor 3 Bikin Tenang

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 320 2642497 4-fakta-utang-ri-tembus-rp7-123-triliun-nomor-3-bikin-tenang-KeuL5AHniU.png Utang Indonesia Mencapai Rp7.123 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Utang Indonesia mencapai Rp7.123 triliun pada semester I-2022. Utang tersebut meningkat Rp121 triliun dari Mei 2022 sebesar Rp7.002 triliun.

Secara rasio, jumlah utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat naik sebesar 39,56%, naik 0,68% dibanding posisi Mei di 38,88%.

Baca Juga: Utang RI Capai Rp7.123 Triliun, Dipakai Buat Apa?

Okezone merangkum fakta-fakta terkait utang Indonesia meningkat, Sabtu (5/8/2022):

1. Dominasi Utang RI

utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar 88,46%. Hingga akhir Juni 2022, penerbitan SBN yang tercatat sebesar Rp6.301,88 triliun. Penerbitan ini juga terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas).

Baca Juga: Utang Pemerintah Meningkat Jadi Rp7.123 Triliun, Kemenkeu: Aman dan Wajar

SBN Domestik tercatat sebanyak Rp 4.992,52 triliun yang terbagi menjadi Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.092,03 triliun serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp900,48 triliun.

2. Utang RI Untuk Apa?

Kemenkeu menyebut utang pemerintah tersebut memiliki kontribusi 11,54% dari utang pinjaman pemerintah hingga akhir Juni 2022 yang sebesar Rp821,74 triliun. Pinjaman ini dirincikan dalam dua kategori yakni pinjaman dalam negeri sebanyak Rp14,74 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp806,31 triliun.

Untuk pinjaman luar negeri rinciannya yakni pinjaman bilateral sebesar Rp271,95 triliun, pinjaman multilateral sebesar Rp491,71 triliun, dan pinjaman commercial bank sebesar Rp42,66 triliun.

3. Utang RI Terkendali

Pihak Kemenkeu pun menilai bahwa rasio utang terhadap PDB dalam batas aman, wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal.

4. Dihitung dengan Matang

Kememkeu menyampaikan bahwa portofolio utang dijaga agar terus optimal, sehingga peningkatan utang pun telah diperhitungkan secara matang demi mendapatkan risiko dan biaya yang paling efisien

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini