Share

Wamendag: Harga Cabai dan Bawang Mulai Turun

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 08 Agustus 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 320 2643905 wamendag-harga-cabai-dan-bawang-mulai-turun-v0pxfRd6Wf.jpg Harga cabai dan bawang mulai turun (Foto: Okezone)

JAMBI - Harga cabai dan bawang mulai menunjukkan tren penurunan. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, hal itu lantaran di beberapa daerah mulai memasuki masa panen.

Seperti contohnya pantauan dia di Pasar Aurduri, Jambi, cabai merah keriting dibanderol Rp75.000/kg, cabai rawit merah Rp70.000/kg, dan bawang putih honan Rp24.000/kg. Sementara itu, harga bawang merah berkisar Rp36.000-40.000/kg.

“Harga cabai dan bawang merah mulai menampakkan tren penurunan. Ini merupakan efek dari beberapa daerah sentra di Jawa, khususnya Kediri dan Blitar (cabai), serta Nganjuk, Demak, dan Probolinggo (bawang merah) yang mulai memasuki masa panen. Tren penurunan diprediksi masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu mendatang,” ujar Wamendag, Senin (8/8/2022).

Selain cabai dan bawang, Wamendag juga memantau harga barang pokok lainnya. Antara lain gula pasir, kata dia kini dibanderol Rp15.000/kg, tepung terigu curah Rp12.000/kg, dan tepung terigu kemasan Rp14.000/kg.

Selanjutnya, daging sapi Rp130.000/kg, daging ayam ras Rp27.000/kg, telur ayam ras Rp1.500/butir atau setara Rp24.000/kg, minyak goreng kemasan Rp20.000/liter, dan minyak goreng curah Rp14.000/kg setara Rp12.600/liter.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

“Beberapa pedagang di Pasar Aurduri menjual minyak goreng (migor) curah Rp14.000/kg. Artinya, lebih murah daripada harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg,” jelas Wamendag.

Dia menuturkan, bahwa Kementerian Perdagangan juga memantau secara intensif harga migor yang masih tinggi di luar Jawa-Bali untuk memastikan implementasi kebijakan HET di seluruh Indonesia, bukan hanya Jawa-Bali.

“Tantangan logistik dalam pendistribusian migor curah menyebabkan harganya di luar Jawa-Bali belum sesuai HET. Namun, Kementerian Perdagangan akan terus memantau secara intensif bekerja sama dengan pemerintah daerah ,” pungkas Wamendag.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini