Share

Harga Minyak Hampir USD100/Barel Didukung Prediksi Badan Energi Internasional

Antara, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 320 2646382 harga-minyak-hampir-usd100-barel-didukung-prediksi-badan-energi-internasional-f2SmrQmoFM.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak menguat di akhir perdagangan Kamis, setelah Badan Energi Internasional menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global di tahun ini. Hal tersebut karena melonjaknya harga gas alam sehingga beberapa konsumen beralih ke minyak.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bertambah USD2,41 atau 2,6% menjadi USD94,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik USD2,2 atau hampir 2,3% menjadi ditutup pada USD99,60 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Peningkatan Stok AS 5,5 Juta Barel

Dalam laporan bulanannya, IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2022 sebesar 380.000 barel per hari menjadi 2,1 juta barel per hari. Di mana penggunaan minyak yang "melonjak" dalam pembangkit listrik dan peralihan gas ke minyak di industri yang dipicu oleh krisis Ukraina dan lonjakan harga gas.

Sebaliknya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) justru memangkas perkiraan 2022 untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia, dengan alasan dampak invasi Rusia ke Ukraina, inflasi yang tinggi, dan upaya untuk menahan pandemi. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Minyak Anjlok Jadi USD88,5/Barel, Harga BBM Bakal Turun?

OPEC memperkirakan permintaan minyak 2022 akan naik 3,1 juta barel per hari, turun 260.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya. Lembaga ini masih melihat angka permintaan minyak global keseluruhan yang lebih tinggi daripada IEA untuk tahun ini.

Harga juga didorong karena dolar AS memperpanjang kerugian terhadap mata uang utama lainnya setelah sebuah laporan inflasi AS tidak sepanas yang diantisipasi pada Juli. Hal tersebut mendorong para pedagang untuk memutar kembali ekspektasi bagi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Namun demikian, kenaikan persediaan minyak AS pekan lalu dan dimulainya kembali aliran minyak mentah pada pipa yang memasok Eropa, membatasi kenaikan harga.

Stok minyak mentah AS naik 5,5 juta barel dalam minggu terakhir, Badan Informasi Energi AS mengatakan, lebih besar dari peningkatan yang diperkirakan 73.000 barel.

Produk bensin yang dipasok naik menjadi 9,1 juta barel per hari, meskipun angka itu menunjukkan permintaan turun 6,0 persen selama empat minggu terakhir dari tahun sebelumnya.

Produsen minyak terkemuka Teluk Meksiko AS, Shell mengatakan kebocoran pipa mendorongnya untuk menghentikan produksi di tiga platform perairan dalam Teluk Meksiko AS yang dirancang untuk menghasilkan hingga 410.000 barel minyak per hari gabungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini