Share

Kenaikan Tarif Ojol Bakal Bikin Penggunanya Berkurang

Antara, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647107 kenaikan-tarif-ojol-bakal-bikin-penggunanya-berkurang-0BiN14zb0I.jpg Tarif Ojek Online Naik Berlaku 14 Agustus 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tarif ojek daring atau ojek online (ojol) naik. Namun keoutusan tersebut sebaiknya dilakukan secara moderat alias kenaikannya tidak langsung tinggi.

Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, kenaikan kenaikan tarif ojol yang mencapai lebih dari 30% memang relatif tinggi dan berpotensi mengerek inflasi di Tanah Air semakin meningkat.

Baca Juga: 6 Fakta Tarif Ojek Online Naik, Berikut Rincian Harga Terbarunya

"Angka wajar menurut saya itu ya maksimal 10%. Saya juga bertanya-tanya mengapa naiknya setinggi itu, kalkulasinya seperti apa," ujar Piter, dikutip dari Antara, Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Aturan tersebut diteken pada 4 Agustus 2022.

Apabila dibandingkan dengan aturan sebelumnya, hanya tarif ojol di Jabodetabek yang naik, namun biaya jasa minimal 4 kilometer pertama di ketiga zona meningkat lebih dari 30 persen.

Baca Juga: Tarif Ojol Naik, Berikut Rincian Harga Terbarunya

Tarif ojol per kilometer di Jabodetabek menjadi Rp2.600 - Rp2.700 per km dari sebelumnya Rp2.250 - Rp2.650 per kilometer.

Menurut Piter, jika kenaikannya setinggi itu, maka tarif ojol nantinya akan mendekati tarif taksi sehingga membuat minat masyarakat menggunakan ojol kemungkinan akan mengalami penurunan.

Apabila itu yang terjadi, lanjut Piter, maka akan berdampak terhadap pendapatan pengemudi atau driver ojol yang berpotensi berkurang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu pelaku usaha sektor mikro atau UMKM yang tergabung dalam aplikasi seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, juga berpeluang mengalami penurunan pendapatan jika pemesanan makanan via aplikasi berkurang akibat tingginya tarif ojol

"Perlu jadi perhatian bahwa masyarakat bawah itu sangat sensitif dengan kenaikan harga. Apalagi daya beli masyarakat sudah tergerus akibat pandemi, banyak PHK, penurunan gaji, kenaikan harga-harga bahan pangan, harga barang, dan sebagainya," kata Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini