Share

Cara Menperin Naikkan Ekspor Industri Tekstil hingga USD14 Miliar

Ikhsan Permana, MNC Portal · Sabtu 13 Agustus 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647245 cara-menperin-naikkan-ekspor-industri-tekstil-hingga-usd14-miliar-s3LCx09ESb.jpg Menperin Agus Gumiwang Dorong Industri Tekstil. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) beperan penting menopang perekonomian nasional, dengan potensi menyerap tenaga kerja hingga 3,6 juta orang dan berkontribusi sebesar 6,38% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Oleh karenanya, industri TPT termasuk sektor yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Sampai dengan Juni 2022, industri TPT tetap menjadi komoditas andalan ekspor kita dengan nilai yang menembus hingga USD6,08 miliar atau berkontribusi 5,51% terhadap total ekspor nasional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers, Sabtu (14/8/2022).

Baca Juga: Mendag Lepas Ekspor Produk Tekstil ke Estonia, Jerman hingga Polandia

Meskipun di tengah tekanan global dan dampak pandemi, Menperin mengaku optimis bahwa industri TPT akan terus agresif memperluas pasar ekspornya, dengan target capaian sebesar USD13 miliar sampai dengan USD14 miliar sepanjang tahun 2022.

“Kinerja industri TPT juga diharapkan tetap tinggi, terutama didorong oleh pertumbuhan pesat penjualan melalui platform e-commerce serta kesadaran konsumen akan prinsip-prinsip sustainability pada proses produksi tekstil seiring dengan komitmen penurunan karbon dan konsumsi air dalam proses produksinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Mendag Zulhas Siapkan 'Jalan Tol' Industri Mamin ke Pasar Global

Dari sisi komoditas, pihaknya akan mendorong prinsip sustainability dengan penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta penerapan prinsip circular economy.

“Adanya Making Indonesia 4.0 akan mendorong transformasi industri tekstil bisa lebih berdaya saing dan berinovasi tinggi sehingga dapat bersaing dan menjawab permintaan pasar global,” imbuhnya.

Agus menjelaskan, dalam upaya mempercepat implementasi industri 4.0, industri TPT diharapkan dapat memanfaatkan beberapa teknologi kunci untuk memenangkan persaingan global, antara lain artificial intelligence, novel fabrics, Internet of things (IoT), Rapid Data Analysis for Quick Adaptation, mobile commerce, virtual and augmented reality (VR), online vector editors, 3D printing, blockchain dan sustainability.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia menambahkan, Kemenperin telah menginisiasi langkah strategis berupa program substitusi impor 35% tahun 2022 untuk mendorong peningkatan utilisasi industri existing, sekaligus peningkatan investasi di Indonesia, baik investasi baru maupun perluasan.

Kemenperin juga mengaku telah melaksanakan program restrukturisasi mesin/peralatan pada industri penyempurnaan kain dan industri pencetakan kain sesuai Peraturan Menteri Perindustrian No. 18 Tahun 2021.

“Upaya ini telah terbukti meningkatkan kapasitas produksi sebesar 21,75%, peningkatan realisasi produksi 21,22%, efisiensi energi sebesar 11,86%, serta peningkatan volume penjualan baik dalam negeri maupun ekspor sebesar 6,65%,” terang Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini