Share

Waspada Investasi Bodong! Berikut Tips dari Mirae x MNC Asset Management

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Sabtu 13 Agustus 2022 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 622 2647332 waspada-investasi-bodong-berikut-tips-dari-mirea-x-mnc-asset-management-89BzLraocP.jpg Kerjasama MNC Asset dengan Mirae. (Foto: MPI)

BANDUNG - Minimnya literasi dan pemahaman terkait investasi membuat masyarakat banyak yang menjadi korban investasi bodong. Kejadian ini pun harus diwaspadai karena kian meresahkan.

Agar terhindar dari investasi bodong, masyarakat wajib mengenali dan memahami strategi saat hendak berinvestasi. Dengan pemahaman tersebut, risiko kerugian diyakini dapat ditekan dan investasi menghasilkan keuntungan atau cuan yang besar.

Mutual Fund Counselor Mirea Asset Sekuritas, Vicky Hanggara memaparkan, saat hendak berinvestasi, masyarakat wajib memahami sejumlah strategi, di antaranya apakah investasi tersebut menjanjikan return yang tinggi atau sebaliknya.

Baca Juga: Mirae-MNC Asset Management Gelar NAVI Festival untuk Tingkatkan Literasi Keuangan

Selain itu, masyarakat juga harus tahu apakah investasi tersebut diawasi lembaga pengawas keuangan dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau badan pengawas lainnya seperti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) jika masyarakat ingin berinvestasi dalam bentuk trading komoditi.

"Kalau gak diawasi berarti ini investasi yang bisa kita nyatakan investasi ilegal atau bodong," tegas Vicky dalam event NAVI Festival di Kantor Mirae Asset Sekuritas, Jalan Ir H Juanda (Dago) Nomor 38, Kota Bandung, Sabtu (13/8/2022).

Strategi lainnya, lanjut Vicky, masyarakat juga harus mengenali profil risikonya untuk menentukan instrumen investasi yang tepat. Dengan memahami profil risiko, masyarakat bisa menginvestasikan uangnya dalam instrumen investasi yang paling rendah risikonya.

Baca Juga: Instagram Live MNC Asset X Diskusi Investasi: Kalem Dulu di Reksa Dana

"Sehingga, untung dari (instrumen investasi) resiko yang rendah itu kita bisa investasikan ke return yang lebih tinggi," jelas Vicky.

Menurutnya, investasi adalah memahami manajemen risiko atau managing risk, bukan manajemen untung atau profit management karena saat akan berinvestasi, masyarakat harus tahu lebih dulu risiko yang akan dihadapinya.

"Kenali profil risiko investasi kita. Sebagai pemula bisa investasi dulu di reksadana ataupun kita bilang pasar uang yang underlying-nya deposito atau obligasi jangka pendek karena tingkat likuidatasnya cukup liquid. Level 1 itu bisa nyampe ke rekening dana investor dan karena underlying nya deposito, maka jarang sekali rugi, setiap hari profit," paparnya.

Vicky pun mengatakan, bagi masyarakat yang hendak berinvestasi dalam bentuk saham atau reksadana, Mirae Asset Sekuritas memiliki investment spesialis yang akan memberikan pendampingan dan pemahaman terkait investasi agar menghasilkan cuan yang besar.

"Masyarakat bisa berkonsultasi dengan investement spesialis kita, konsultasi investasi investasi untuk jangka waktu sekian, profil risiko seperti apa, atau tujuan investasi untuk kebutuhan apa, itu bisa didiskusikan dengan specialist investment, agar bapak ibu bisa mencapai kebebasan finansial," katanya.

Sementara itu, Senior Investment Specialist Mirae Asset Sekuritas, Asep Heri Heryana mengungkapkan bahwa nilai reksa dana yang dipasarkan dan diadministrasikan (asset under administration/AUA) Office Education (OE) Mirae Asset Sekuritas Dago-Bandung mengalami peningkatan lebih dari 165 persen setiap bulan dalam 3 bulan terakhir.

"Masyarakat sudah mulai teredukasi tentang investasi pasar modal. Mereka biasanya memulai investasinya ke instrumen reksadana, apalagi kami selalu sarankan investor baru untuk masuk ke reksadana pasar uang yang yang lumrah dijadikan alternatif investasi jangka pendek," ujar Heri.

Heri mengatakan, saat ini, total jumlah investor per akhir Juli 2022 sudah lebih dari 600 orang sejak cabang yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi masyarakat Jawa Barat tersebut beroperasi pada Mei 2022 dan diresmikan pada akhir Juni 2022 lalu.

Kolaborasi tersebut juga tercermin dari edukasi yang tidak terputus terus dilakukan Mirae Asset Sekuritas dan OE Dago-Bandung, seperti event Navi Festival sebagai ajang edukasi hasil kerja sama Mirae Asset Sekuritas dan MNC Asset Management.

"Edukasi dilakukan untuk mengajak investor pemula agar berinvestasi pada reksadana. Selain itu, investor yang sudah mahir di pasar saham juga disarankan untuk mendiversifikasikan penempatan uang tunainya pada reksa dana pasar uang yang menawarkan keistimewaan dibandingkan dengan penempatan langsung pada produk-produk perbankan, terlebih dibanding dalam bentuk kas keras," paparnya.

Heri mengatakan keunggulan reksadana pasar uang, di antaranya adalah bebas pajak, tidak ada fee beli-jual, diversifikasi portofolio, likuid karena penarikan dana yang bisa setiap waktu, dan nilai minimal investasi yang rendah.

"Salah satu produk reksa dana yang dikelola MNC Asset Management adalah MNC Dana Lancar. Dalam setahun terakhir reksadana pasar uang tersebut mampu memberikan keuntungan investasi (return) sekitar 4,02%," katanya.

Selain MNC Dana Lancar, saat ini terdapat ratusan reksa dana yang ditawarkan Mirae Asset Sekuritas melalui platform penjualan reksa dana bernama NAVI by Mirae Asset Sekuritas. NAVI merupakan platform investasi reksa dana milik Mirae Asset Sekuritas untuk nasabah ritel yang tersedia dalam bentukweb page maupun aplikasi mobile (mobile apps) di ponsel pintar.

Produk reksa dana yang tersedia di NAVI adalah produk pilihan yang telah dikurasi berdasarkan kinerjanya oleh fund analyst Mirae Asset Sekuritas. Selain nasabah individu, nasabah korporasi juga dapat memilih puluhan produk reksa dana melalui NAVI Corporate by Mirae Asset Sekuritas.

NAVI memudahkan untuk memanfaatkan fitur-fitur unggulan. Fitur tersebut termasuk dari pembukaan akun online (online opening account), pembelian online (online subscription), layanan micro webinar, market update rutin, dan pendampingan oleh relationship manager yang didukung mutual fund counselor yang profesional.

Dalam memasarkan reksadana, Mirae Asset Sekuritas dan NAVI sudah mengantongi izin Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK sejak 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini