Share

Omzet Melonjak, Rugi Sona Topas Tourism (SONA) Turun Jadi Rp49,60 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 278 2647607 omzet-melonjak-rugi-sona-topas-tourism-sona-turun-jadi-rp49-60-miliar-GTfRmEmkW3.jpg Rugi Turun SONA (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 164% menjadi Rp 77,84 miliar dari sebelumnya Rp 29,45 miliar.

Segmen penjualan ritel menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan dengan menyumbang sebesar Rp 44,91 miliar, dan segmen bebas bea membukukan pendapatan sebesar Rp 32,89 miliar.

Kemudian, penjualan tiket tercatat sebesar Rp 21,50 juta atau naik 653% dari sebelumnya sebesar Rp 2,85 juta, serta penjualan voucher hotel juga naik 56,90% menjadi Rp 10,45 juta.

Dengan meningkatnya pendapatan di semester I ini, perseroan berhasil menekan kerugian sebesar 9,35% menjadi Rp 49,60 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 54,72 miliar.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan naik dari sebelumnya sebesar Rp 16,15 miliar menjadi Rp 40,30 miliar. Adapun, beban penjualan bebas bea tercatat sebesar Rp 19,83 miliar dan beban penjualan ritel sebesar Rp 20,47 miliar. Sementara beban usaha tercatat sebesar Rp 101,12 miliar.

Sepanjang semester I 2022, total nilai aset SONA tumbuh 19,42% menjadi Rp 883,70 miliar dari sebesar Rp 739,96 miliar pada akhir Desember 2021. Kemudian, liabilitas perseroan sebesar Rp 285,42 miliar dan ekuitas sebesar Rp 598,27 miliar.

Sona Topas Tourism Industry didirikan pada tahun 1978 dengan nama PT Sona Tour yang memiliki usaha sebagai biro perjalanan wisata. Kemudian, pada pertengahan dekade tahun 1990-an perseroan melebarkan bidang usahanya ke pengoperasian toko bebas bea atau duty free shop yang dilakukan melalui anak perusahaan Perseroan yaitu PT Inti Dufree Promosindo (IDP) dan PT Arthamulia Indah (AMI).

Perseroan kini lebih dikenal sebagai pengelola toko bebas bea terkemuka di Indonesia daripada sebagai suatu biro perjalanan wisata. Ke depannya, perseroan akan tetap lebih banyak mencurahkan waktu dan tenaga bagi pengembangan bisnis toko bebas bea, tanpa meninggalkan peran tradisionilnya sebagai biro perjalanan wisata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini