Share

PP Presisi Raup Laba Bersih hingga Rp89,9 Miliar

Viola Triamanda, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 278 2650807 pp-presisi-raup-laba-bersih-hingga-rp89-9-miliar-abOPWxtJXG.jpg Laba PT PP Presisi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT PP Presisi raih laba bersih konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 meningkat hingga 33% menjadi Rp89,9 miliar dari Rp67,6 miliar untuk periode yang sama tahun lalu. Tidak hanya itu pendapatan konsolidasian juga bertumbuh sebesar 41,8% dari Rp1.2triliun (1H2021) menjadi Rp1,7triliun (1H2022).

Peningkatan pendapatan tersebut dikuasai oleh sektor konstruksi dan jasa pertambangan dengan rincian sektor konstruksi sebesar 65% dan jasa pertambangan sebesar 26% sisanya sebesar 9% kontribusi dari lini bisnis upporting seperti structure work, production plant dan rental equipment.

Direktur Keuangan, Manrisk & Legal PT PP Presisi Tbk M. Arif Iswahyudi, menyatakan bahwa pendapatan civil work dan mining services meningkat 53% year on year dari Rp983 miliar menjadi Rp1,5 triliun.

''Ini berasa dari proyek-proyek infrastruktur dan jasa pertambangan yaitu Proyek Weda Bay Nickel, Proyek Morowali, Proyek MHU dan Jalan Hauling HPJ, serta proyek infrastruktur seperti Proyek Tol Cinere Kukusan, Indrapura Kisaran, Proyek Revitalisasi Bandara Halim, Proyek BI Karawang, dan Proyek Bandara Sentani,” jelasnya melalui keterangan resmi yang dikutip oleh MPI, Jumat (19/8/2022).

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa segmen usaha jasa pertambangan berkontribusi sebesar Rp449miliar atau sebesar 26% dari total pendapatan di semester I-2022 ini yang tentunya menambah optimisme dan kepercayaan diri kami untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

''Kami juga membukukan laba joint venture atas proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang berasal dari entitas anak kami, LMA sebagai kontraktor utama sekaligus menjadi lead of consortium sebesar Rp19,1miliar pada kuartal kedua ini,” ucapnya.

Posisi keuangan perseroan juga diketahui tengah mengalami penguatan yang ditandai dengan peningkatan total asset sebesar 11,2% dari sebesar Rp7,02 triliun (31 Desember 2021) menjadi Rp7,81 triliun (30 Juni 2022), peningkatan total ekuitas sebesar 2,4% dari sebesar Rp2,97 triliun (31 Desember 2021) menjadi Rp3,05triliun (30 Juni 2022) seiring dengan peningkatan laba bersih Perseroan.

Untuk rasio likuiditas juga mengalami peningkatan seperti current ratio meningkat dari 1,18 menjadi 1,27, acid test ratio juga mengalami peningkatan dari 1,15 menjadi 1,23, sedangkan pada rasio profitabilitas yaitu ratio ROA naik 10,1% dari 2,09% (1H21) menjadi 2,30% (1H22) dan ROE juga meningkat 19,6% dari 4,93% (1H21) menjadi 5,89% (1H22).

Tidak hanya itu, kontrak baru yang diperoleh selama semester pertama 2022 adalah sebesar Rp2,7 triliun atau telah mencapai 47% dari target 2022 sebesar Rp5,9 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini