Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Integra Indocabinet (WOOD) Raup Laba Rp299,8 Miliar di Semester I-2022

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2022 |12:55 WIB
Integra Indocabinet (WOOD) Raup Laba Rp299,8 Miliar di Semester I-2022
Laba Integra Indocabinet alami kenaikan (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAPT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) meraup laba bersih sebesar Rp299,89 miliar di semester I 2022. Laba WOOD naik 36,52% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp219,3 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp47,13, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp34,78.

Sementara penjualan bersih naik 46,49% menjadi Rp3,135 triliun yang ditopang peningkataan ekspor panel bangunan kayu sebesar 85,34% menjadi Rp2,15 triliun. Tapi nilai ekspor produk set up menyusut 2,5% menjadi Rp451,19 miliar.

Lalu nilai ekspor produk knock down turun 10,4% menjadi Rp401,57 miliar. Walau beban pokok penjualan membengkak 37,9% menjadi Rp2,022 triliun, tapi laba kotor tetap meningkat 65,2% menjadi Rp1,112 triliun.

Hasil laba itu menambah saldo laba belum ditentukan penggunaannya sebesar 21,9% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp1,665 triliun. Aset pun turut tumbuh 1,3% menjadi Rp6,89 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 25%.

Direktur Independen WOOD Wang Sutrisno pernah bilang, bisnis furnitur ini biasanya ada seasonal peak di second semester. Dari order book yang didapat perseroan, kapasitas produksi sudah cukup penuh sampai bulan kesepuluh. Selain itu, lanjutnya, selama tiga bulan pertama tahun ini perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 100% (y-o-y).

Masih dalam memenuhi target penjualan, perseroan tetap mencari peluang pasar yang memiliki pasar sangat besar atau mencari wilayah yang tidak mengalami kelesuan ekonomi. Dimana perseroan sedang menjajaki pasar Eropa karena ekspor dari Rusia ke Eropa yang signifikan, sekarang terhenti 100%.

"Kalau Amerika lesu, kami coba masuk ke pasar-pasar Uni Eropa," ungkap Sutrisno.

Perseroan juga menyampaikan rencana memperkuat modal dengan menerbitkan obligasi dan sukuk tahap pertama sebesar Rp959 miliar.” Kami melihat situasi perekonomian global yang tidak pasti, karena itu kami menerbitkan sukuk ini untuk [memenuhi] kebutuhan modal kerja kami,” ujar Sekretaris Perusahaan WOOD, Wendy Zhang.

Selain itu, WOOD juga mengakuisisi pabrik di Lumajang seluas 2,3 hektare yang dibidik dapat meningkatkan kapasitas produksi segmen building component sebesar 20 persen. Sepanjang 2021 WOOD membukukan total penjualan senilai Rp5,42 triliun, naik 84,9% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan berasal dari kontribusi ekspor khususnya ke pasar AS yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan, yakni sebesar 91,4% dari total penjualan. Adapun segmen building component menyumbang 66,3% dari total penjualan, bertumbuh 184% secara tahunan.

Lebih lanjut, Wendy menambahkan, perseroan tidak akan mengalokasikan capex di tahun ini untuk ekspansi, tetapi lebih ke diversifikasi usaha. Pasalnya, pasar kayu diproyeksikan tetap menarik ke depan, sehingga WOOD memutuskan untuk fokus ke segmen kehutanan (forestry) khususnya melirik pasar kayu AS yang cukup potensial.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement