Share

Warga Kuba Sudah Bisa Pakai Dolar AS Setelah 2 Tahun Dilarang

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 24 Agustus 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 24 320 2653511 warga-kuba-sudah-bisa-pakai-dolar-as-setelah-2-tahun-dilarang-ftOmTalAHu.jpg Warga Kuba Antre Beli Dolar AS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Kuba kembali menjual dolar AS. Warga Kuba pun antusias dengan mengantre di tempat-tempat penukaran mata uang untuk berkesempatan membeli dolar dan mata uang lainnya dari pemerintah.

Kebijakan baru yang diumumkan Senin 22 Agustus 2022 itu datang hampir tiga minggu setelah pemerintah mulai membeli hard currency atau mata uang asing yang nilainya tidak mudah terdepresiasi atau berfluktuasi secara besar-besaran dengan harga 110,40 peso per satu dolar Amerika.

Nilai ini mirip dengan yang diperjualbelikan di pasar gelap dan lebih besar empat kali dari nilai yang digunakan dalam transaksi resmi.

Baca Juga: Dolar AS Meroket Usai Pejabat The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Dengan kebijakan baru yang dimaksudkan, diharapkan dapat membantu memerangi pasar gelap hard currency. Masyarakat masing-masing bisa membeli hingga seratus dolar tunai dalam sehari dengan tarif 123,60 peso per satu dolar di 37 lokasi penukaran mata uang atau CADECA di negara bagian yang ditunjuk.

Tarif resmi yang digunakan oleh industri dan lembaga pemerintah yang mendominasi perekonomian tetap pada kisaran 24 peso per satu dolar.

Pada awal 2021, Kuba menghilangkan sistem mata uang ganda yang sudah lama ada dan menggunakan sistem khusus konversi peso yang terutama ditujukan untuk pariwisata dan warga asing, dan mengubah semua operasi dengan menggunakan mata uang lokal.

Baca Juga: Dolar Menguat, Investor Soroti Data Penjualan Ritel AS

Tetapi harga-harga naik lebih cepat dibandingkan dengan upah baru yang lebih tinggi yang diadopsi berdasarkan reformasi tersebut. Kondisi itu juga bertepatan dengan terjadinya krisis ekonomi akibat pandemi virus corona dan berkurangnya dukungan dari negarasekutu Kuba, Venezuela, yang juga sedang berjuang mengatasi krisis ekonomi.

Belum lagi sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat yang membatasi jumlah uang yang dikirim ke Kuba oleh kerabat di Amerika. Demikian dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (28/8/2022).

Kekurangan yang semakin besar menimbulkan kenaikan harga barang yang dibeli dari penjual swasta dan devaluasi peso di tingkat akar rumput. Hal tersebut membuat dolar dan mata uang lain yang dikirim atau dibawa dari luar negeri menjadi lebih berharga. Walhasil, kondisi itu meningkatkan antrean panjang dalam proses jual beli dan memperburuk rasa frustrasi publik.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Warga Kuba dapat menggunakan kartu debit “hard currency” untuk membeli barang di toko khusus negara bagian, dan banyak yang mencari dolar atau euro untuk bepergian ke luar negeri, kadang-kadang untuk membeli barang yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi ketika mereka kembali ke tanah air.

Para Pejabat Kuba mengatakan, berdasarkan kebijakan baru ini, penjualan “hard currency” akan dibatasi, tidak hanya dengan pembatasan USD100 per hari, tetapi juga berapa banyak lokasi penukaran mata uang yang telah dibeli dari publik sehari sebelumnya.

Di cabang penukaran mata uang yang didatangi kantor berita Associated Press, Direktur CADECA Regional Kenia Katiuska Mesa mengatakan kepada para pelanggan yang berkumpul bahwa 190 orang akan diizinkan menukar mata uang pada Selasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini