"Investor sedang menunggu bank sentral AS untuk menggandakan komitmennya untuk menghancurkan inflasi pada pertemuan tahunan di Jackson Hole, Wyoming," jelasnya.
Selain itu, pasar uang telah mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral AS dapat memiringkan ke laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat menyusul paduan suara komentar Fed yang hawkish dalam beberapa pekan terakhir, dan saat ini memberikan peluang 58,5% pada kenaikan suku bunga super berukuran 75 basis poin bulan depan.
Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (26/8/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.810 - Rp14.870.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.