JAKARTA - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher melaporkan belum menggunakan dana initial public offering (IPO) pada tahun 2021 sepenuhnya.
Dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Minggu (28/8/2022), sisa dana hasil penawaran umum UVCR masih ada Rp342,75 juta dan ditempatkan pada Bank Mayapada dengan tingkat bunga atau bagi hasil 1%.
Adapun IPO UVCR pada 15 Juli 2021 lalu meraup dana sebesar Rp47,40 miliar dengan 35% atau Rp16,72 miliar untuk belanja modal dengan keterangan pengembangan produk dan fitur baru serta biaya terkait pengembangan produk.
BACA JUGA:Toba Surimi (CRAB) Pakai Dana IPO untuk Ekspnasi Produksi
Proyeksi awal belanja modal dipatok 36% atau setara dengan Rp17,06 miliar.
Kemudian dana sebesar Rp16,11 miliar atau 34% digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja operasional yang semula adalah alokasi untuk belanja modal senilai Rp16,72 miliar atau 35%.
Selanjutnya dana senilai Rp14,22 miliar atau setara dengan 30% dari total hasil dana IPO itu digunakan untuk menutupi kebutuhan modal kerja dengan keterangan pembelian persediaan Voucher.
Sebelumnya, per 30 Juni 2022, Ultra Voucher melaporkan dana kotor dari hasil penawaran umum sebesar Rp50 miliar. Lalu dipotong biaya jasa penjaminan alias underwriting fee sebesar Rp2,59 miliar atau setara dengan 5,19%.
(Zuhirna Wulan Dilla)