Share

Jokowi Cairkan Bansos Tambahan Rp24,1 Triliun, Uangnya dari Mana?

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 29 Agustus 2022 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 320 2657023 jokowi-cairkan-bansos-tambahan-rp24-1-triliun-uangnya-dari-mana-QEcq53aVC2.jpg Tambahan anggaran bansos tersedia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah bansos untuk pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan total Rp 24,17 triliun. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata memastikan anggaran tersebut tersedia.

Anggaran tambahan bansos ini tidak akan mengurangi anggaran subsidi Bahan bakar Minyak (BBM) senilai Rp502,4 triliun pada 2022.

“Kita mendapatkan tambahan bansos yang telah disetujui DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) senilai Rp18,6 triliun waktu itu. Kemudian dari cadangan lain kita bisa tambahkan sehingga capai Rp22 triliun,” kata Isa dilansir dari Antara, Senin (29/8/2022).

Sementara itu, sekitar Rp2 triliun sisanya akan disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Kemudian akan dimintakan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk menginstruksikan kepada pemerintah daerah agar digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi masalah kenaikan pangan dan energi,” katanya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mengatakan dengan kenaikan harga pangan dan energi saat ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat terutama masyarakat rentan dan miskin untuk mendapatkan pertolongan, dengan atau tanpa kenaikan harga BBM nantinya.

“Saya pastikan anggaran bansos itu bukan anggaran subsidi. Jadi anggaran subsidi sudah ada Rp502,4 triliun, dan tambahan bansos ada anggarannya sendiri,” terangnya.

Adapun penyaluran tambahan bansos senilai Rp24,17 triliun akan dilakukan melalui program yang didesain dan diberi nama oleh masing-masing pemerintah daerah, baik disalurkan bagi penyedia angkutan umum, nelayan, maupun masyarakat rentan lain.

Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai total Rp12,4 triliun untuk 20,65 juta masyarakat diberikan kepada masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kita lihat belakangan harga pangan dan energi naik, jadi di sini menjadi perhatian pemerintah dan Presiden Jokowi untuk merespons ini. Karena rakyat tidak mungkin dibiarkan bertahan sendiri,” terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini