Share

Ngeri! Subsidi BBM Bisa Jebol Hampir Rp700 Triliun, Ini Biang Keroknya

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 30 Agustus 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 320 2657366 ngeri-subsidi-bbm-bisa-jebol-hampir-rp700-triliun-ini-biang-keroknya-omRkMMPBnR.jpg Anggaran subsidi BBM bengkak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa jebol hingga Rp698 triliun di akhir 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyoroti situasi tren kenaikan penggunaan BBM saat ini.

Padahal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 sebelumnya menetapkan anggarannya menjadi Rp502,4 triliun, tiga kali lipat dari rencana awal.

Kondisi ini disebabkan oleh tren kenaikan harga minyak dunia, pelemahan kurs Rupiah, ditambah konsumsi Pertalite dan Solar yang besar.

Hanya saja, saat ini harga BBM yang ditahan sudah tidak sesuai dengan harga keekonomiannya.

“Jumlah ini bakal menjadi tambahan belanja di RAPBN 2023,” ujar Sri dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-3 Masa Persidangan I Tahun 2022-2023 di Jakarta, Selasa(30/8/2022).

Mengingat bahwa subsidi kemarin masih belum sepenuhnya tetap sasaran, Sri menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperbaiki ketepatan sasaran subsidi energi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Supaya subsidi bisa dirasakan oleh masyarakat miskin dan rentan yang memang membutuhkan bantuan, karena saat ini rumah tangga miskin dan tidak mampu cuma menikmati 5% dari subsidi Solar dan 20% subsidi Pertalite. Ini akan meningkatkan kesenjangan makin tinggi antar masyarakat," terang Sri.

Kendati demikian, upaya perbaikan ketepatan sasaran subsidi energi akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan mempertimbangkan kondisi pemulihan ekonomi secara nasional dan dampaknya terhadap seluruh masyarakat.

"Upaya-upaya ini akan kami ambil secara simultan melalui proses kalibrasi untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan, menjaga proses pemulihan ekonomi, dan melakukan langkah-langkah konsolidasi penyehatan APBN," pungkas Sri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini