Share

Orang Kaya 'Penghisap' Subsidi BBM Pertalite, Sri Mulyani: Kesenjangan di Masyarakat Makin Tinggi

Rizky Fauzan, MNC Portal · Selasa 30 Agustus 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 320 2657500 orang-kaya-penghisap-subsidi-bbm-pertalite-sri-mulyani-kesenjangan-di-masyarakat-makin-tinggi-MxNAT4anPa.jfif Penyaluran Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa selama ini ada ketidaktepatan sasaran penerima subsidi BBM di tengah masyarakat. Menurutnya, selama ini jumlah masyarakat miskin yang menikmati subsidi sangat sedikit.

"Jumlah rumah tangga miskin dan tidak mampu hanya menikmati 5% subsidi Solar dan 20% subsidi Pertalite. Ini akan mengakibatkan kesenjangan makin tinggi dalam masyarakat kita," kata Sri Mulyani, dalam Rapat Paripurna DPR terkait Tanggapan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas RUU APBN 2023 beserta nota keuangannya, Selasa (30/8/2022).

Baca Juga: Pencairan BLT Rp600.000 Tidak Akan Kurangi Anggaran Subsidi BBM

Pemerintah pun terus berupaya untuk memperbaiki ketepatan sasaran subsidi energi, sehingga lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat miskin dan rentan serta yang memang membutuhkan bantuan.

"Upaya perbaikan ketepatan sasaran subsidi energi akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan mempertimbangkan kondisi pemulihan ekonomi secara nasional dan dampaknya terhadap seluruh masyarakat," kata Menteri Keuangan.

Baca Juga: BLT Rp600.000 Cair Minggu Depan, Ini Cara Cek Nama Pekerja yang Dapat Bantuan

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pada 2022, seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia, selisih antara harga keekonomian BBM dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah semakin besar. Menurutnya, hal ini menyebabkan beban subsidi dan kompensasi melonjak tiga kali lipat mencapai Rp 502,4 triliun.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Dengan tren harga minyak dunia, kurs rupiah dan konsumsi Pertalite dan Solar yang sangat besar melebihi kuota APBN, jumlah subsidi dan kompensasi ini diperkirakan akan habis," kata Sri Mulyani.

Menurut dia, bahkan subsidi diperkirakan akan makin bengkak mencapai di atas Rp698 triliun hingga akhir tahun. Jumlah itu akan menjadi tambahan belanja di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini