Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik Tajam 8.771%

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Kamis, 01 September 2022 |14:53 WIB
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik Tajam 8.771%
Laba BUMI alami kenaikan tajam (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Laba PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik tajam hingga 8.771% year on year (yoy). Laba emiten batu bara mencapai USD167,67 juta di semester I 2022. Nilai tersebut setara Rp2,48 triliun (kurs akhir periode Rp14.848).

Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, BUMI membukukan laba sebanyak USD1,89 juta. Kenaikan laba ini berimbas terhadap pertumbuhan laba per 1.000 saham dasar BUMI menjadi USD1,56, dari sebelumnya USD0,03. Demikian laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/9/2022).

Lonjakan laba tak terlepas dari adanya pertumbuhan pendapatan hingga pemasukan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama. Diketahui, total pendapatan BUMI di paruh pertama 2022 meningkat sebesar 129,62% yoy menjadi USD968,68 juta atau setara Rp14,38 triliun. Sedangkan laba bersih dari asosiasi dan ventura mencapai USD248,75 juta.

Kontribusi terbesar pemasukan BUMI berasal dari penjualan batu bara di tingkat lokal mencapai USD509,05 juta, sedangkan ekspor terpaut tipis senilai USD454,09 juta. BUMI juga mampu meningkatkan pendapatan dari penjualan emas di pasar domestik sebanyak USD4,88 juta, disusul pemasukan sektor jasa sebanyak USD650 ribu.

Sebagian besar pelanggan BUMI datang dari tiga perusahaan yakni Rwood Resources DMCC, PT PLN (Persero), dan PT Jhonlin Group, yang memiliki nilai transaksi di atas 10 persen dari total pendapatan perusahaan.

Dari sisi pendapatan lain-lain, BUMI mengantongi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebanyak USD248,75 juta. Angka tersebut meningkat 181,44% yoy. Adapun sebagian besar disumbang oleh laba dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan IndoCoal Resources (Cayman) Limited.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement