Share

Bukit Asam (PTBA) Kurangi Penggunaan Diesel, Hemat Rp47,7 Miliar/Tahun

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Sabtu 03 September 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 278 2660110 bukit-asam-ptba-kurangi-penggunaan-diesel-hemat-rp47-7-miliar-tahun-DMwRS2qnr1.jpg PTBA kurangi penggunaan diesel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengurangi penggunaan 7 juta liter diesel per tahun dan mereduksi emisi sebesar 19.777 tCO2e. Pemangkasan ini dicapai melalui program Eco-Mechanized Mining (e-MM) dan E-Mining Reporting System.

Sebagai informasi, Eco-Mechanized Mining (e-MM) merupakan program konversi alat-alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbasis listrik. Alat-alat pertambangan tersebut mulai dari untuk proses penggalian, transportasi, dan peralatan pendukung lainnya.

“Program ini menciptakan penghematan sebesar Rp47,7 miliar per tahun," kata Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (3/9/2022).

Sedangkan, E-Mining Reporting System merupakan program yang berkaitan dengan pelaporan online dan real time untuk operasional pertambangan. Sistem berbasis online ini bisa diakses melalui aplikasi Corporate Information System and Enterprise Application (CISEA) yang menggantikan sistem pelaporan manual.

Berkat program ini, PTBA dapat menghemat konsumsi diesel sebanyak 1,2 juta liter per tahun dan menekan emisi karbon hingga 1.677 tCO2e per tahun. Selain itu, program ini mampu menciptakan penghematan hingga Rp10,78 miliar per tahun.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Apollonius menjelaskan, total efisiensi yang dihasilkan program e-MM dan E-Mining Reporting mencapai Rp58,48 miliar. Sebagaimana diketahui, elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan juga merupakan langkah PTBA untuk mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

Di samping itu, program-program PTBA lainnya untuk menekan emisi karbon yakni, beralih ke kendaraan berbasis listrik untuk operasional pertambangan, melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang, mengganti bahan perusak ozon dengan bahan lain yang ramah lingkungan, serta kerja sama dengan lembaga internasional Climate Disclosure Project (CDP) dalam bentuk pendampingan laporan CDP Climate Change PTBA.

Perseroan pun terus meningkatkan portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), di antaranya yakni, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 241 kWp di Bandara Soekarno-Hatta dan PLTS berkapasitas 400 kWp di Jalan Tol Bali Mandara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini