"Ya maunya nggak naik, sekarang kan apa-apa naik. Kalau BBM ikut naik takutnya kebutuhan bahan pokok lainnya naik juga. Kasihan pak rakyat kecil kayak kita ini," ucap pria 38 tahun ini.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menyatakan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan imbauan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tentang kenaikan harga BBM ini.
"Meskipun masyarakat Kabupaten Malang tidak panik, kami akan selalu hadir dan memberikan himbauan kamtibmas di SPBU wilayah hukum Polres Malang," ujar Ferli.
Menurutnya, dengan hadirnya Polisi ini akan mengurungkan niat dari oknum-oknum yang akan melakukan penimbunan BBM.
Dia juga berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman ketika masyarakat melakukan pengisian BBM di SPBU.
Meskipun prediksinya begitu, ternyata masyarakat Kabupaten Malang bisa menerima kenaikan BBM dengan bijak.
Dia menyebut masyarakat merasa biasa saja dan menganggap ini merupakan suatu keputusan yang memang harus ikut menyesuaikan.
Di sisi lain pasca penyesuaian harga BBM, kepolisian telah mengantisipasi dan mengawasi di setiap SPBU pada 30 kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Malang.
"Selain memberikan himbauan kepada petugas SPBU untuk tidak melayani masyarakat yang membeli BBM dengan menimbun, kami juga arahkan untuk mengaktifkan CCTV sebagai pengawasan," tutup Ferli.
Sebagai informasi, Harga BBM Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.
Selain Pertalite, harga BBM Pertamina Pertamax juga mengalami kenaikan dari Rp12.500 jadi Rp14.500.
“Hari ini pukul 13.30 pemerintah melakukan penyesuaian BBM subsidi Pertalite dari Rp7.650 jadi Rp10 ribu. Solar dari Rp5.150 jadi Rp6.800,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.
(Zuhirna Wulan Dilla)