Share

Heboh! Ternyata Miniso Bukan Produk Jepang tapi China

Clara Amelia, Okezone · Rabu 07 September 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 320 2662697 heboh-ternyata-miniso-bukan-produk-jepang-tapi-china-v3BdHxD58V.jpg Miniso Minta Maaf. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA Miniso meminta maaf karena telah menyebut dirinya sebagai produk asal Jepang. Padahal perusahaan retail tersebut berasal dari China.

Mayoritas masyarakat utamanya di Indonesia pasti salah sangka dengan produk Miniso. Apalagi tulisan Miniso identik dengan logo yang menggunakan huruf katakana (Jepang) sehingga banyak konsumen menganggap Miniso adalah buatan Jepang.

"Dan sedikit mirip dengan Uniqlo, yang memang berasal dari Jepang. Siapa yang selama ini juga salah sangka," tulis Instagram @etalasebintaro, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga: Tutup PS Glow, Putra Siregar Rugi Besar

Miniso Spanyol pun mengunggah sebuah gambar berisikan mainan Geisha Jepang dengan pakaian Cheongsam (pakaian tradisional asal China).

Hal inilah yang memicu adanya permintaan maaf dan desakan untuk menghilangkan segala hal yang berhubungan dengan Jepang.

“Pada tahap awal pengembangan, kami telah memposisikan merek dan kampanye pemasaran yang salah, untuk itu kami menyesal dan merasa bersalah,” ujarnya di akun Weibo resmi Miniso.

Baca Juga: 6 Fakta Lengkap PS Glow Tutup, Dituding Jiplak Produk hingga Konflik Panjang dengan MS Glow

Perusahaan berbasis di Guangzhou, China ini menyatakan telah menghilangkan elemen Jepang sejak 2019. Perusahaan ini juga akan menghapus segala elemen seperti logo, produk, dan pemasaran yang berhubungan dengan Jepang pada Maret tahun depan.

Diketahui setelah kejadian tersebut, manajemen Miniso berjanji untuk meminta pertanggungjawaban staf senior atas kesalahan fatal itu dan akan mengeksplor budaya serta nilai-nilai Tiongkok dengan benar.

“Kami menggunakan positioning merek dan kampanye pemasaran yang salah selama hari-hari awal, Kami merasa menyesal dan bersalah,” tulis pernyataan Miniso, dilansir dari japantimes.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Penjual barang-barang rumah tangga ini pun mendesain ulang logo dan tas belanjanya untuk mengubah karakter Jepang menjadi Mandarin di lebih dari 3.000 outlet lokalnya. Ini juga akan lebih ketat mengawasi unit-unit di luar negeri.

Poros Miniso adalah contoh lain bagaimana nasionalisme konsumen di China telah menjadi ladang ranjau bagi merek untuk dijelajahi, dengan perusahaan mulai dari Mercedez-Benz Group AG hingga Hennes & Mauritz AB.

Diboikot karena dianggap meremehkan dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga mencerminkan bagaimana elemen "asing" kini telah menjadi kewajiban di China, perubahan besar dari beberapa tahun yang lalu ketika Miniso memanfaatkan popularitas rantai Jepang yang sebenarnya seperti Muji untuk memikat pembeli lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini