Share

Rights Issue, Waskita Karya Target Serap Dana Publik Rp980 Miliar

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 12 September 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 278 2665989 rights-issue-waskita-karya-target-serap-dana-publik-rp980-miliar-AP8W8ach5g.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membidik dana publik sebesar Rp980 miliar melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue).

Dana tersebut digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Adapun rights issue akan dilakukan pada November 2022 mendatang.

Target tersebut setelah keuangan emiten bersandi WSKT itu dinilai membaik.

 BACA JUGA:Waskita Karya (WSKT) Bakal Right Issue pada November 2022, Begini Prosesnya

Dalam proses right issue, pemerintah selaku pemegang saham mayoritas ikut berpartisipasi melalui dukungan dana berupa pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022 senilai Rp3 triliun.

PMN tersebut telah disetujui DPR dan Kementerian Keuangan.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono memastikan PMN akan digunakan untuk menyelesaikan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi.

Untuk Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dialokasikan sebesar Rp 2 triliun. Sementara Ruas Tol Ciawi-Sukabumi senilai Rp996 miliar hingga Rp1 triliun.

"Bahwa PMN Rp3 triliun ini hanya kami gunakan untuk menyelesaikan Ruas Tol Kayu Agung - Palembang - Betung sebesar Rp2 triliun. Kemudian Tol Ciawi - Sukabumi sebesar Rp 996 miliar. Jadi bisa dipastikan bahwa PMN itu tidak kami gunakan untuk proyek lain, agar ruas tol yang ada ini bisa selesai di tahun depan," ujar Destiawan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (12/9/2022).

Dengan begitu, total anggaran yang dibutuhkan emiten konstruksi pelat merah ini sebesat Rp3,98 triliun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dana segar ini dialokasikan untuk modal kerja perusahaan hingga penyelesaian pembangunan dua ruas tol.

Meski dana right issue melalui PMN sebesar Rp3 triliun telah disetujui pemerintahan, Komisi XI DPR RI justru meragukan Waskita Karya mampu menyerap dana publik sebesar Rp980 miliar.

Keraguan tersebut juga dibarengi oleh pertanyaan yang dilontarkan anggota Komisi XI, bahwa dari mana sumber pendanaan baru yang diperoleh manajemen, bila saham yang diterbitkan tidak terserap secara 100%.

Merespon pertanyaan itu, Destiawan memastikan pihaknya kembali melakukan pinjaman ke lembaga perbankan.

Jika proses ini ditempuh, maka beban bunga perusahaan akan bertambah, mengingat Waskita Karya masih mencatatkan beban utang.

"Seandainya jika kami tidak mendapatkan yang Rp 900 miliar, artinya kami harus datang lagi ke bank melakukan pinjaman, ini akan menambah beban bunga utang," ucapnya.

Di balik dari perkiraan tersebut, Destiawan optimistis bila investor akan menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan di pasar modal Indonesia.

"Banyak pemintat terhadap saham waskita. Karena melihat nilai yAng ada saat itu masih dianggap rendah dengan penyehatan Waskita ini. Diharapkan kedepan Waskita menjadi lebih baik, dan tren kinerja keuanga Waskita yang semakin membaik ini juga menjadi dasar para investor mengambil saham," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini