Share

Waskita Karya Rights Issue dan Dapat PMN, Dirut: Tunggu Aturan Pemerintah

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 12 September 2022 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 278 2666052 waskita-karya-rights-issue-dan-dapat-pmn-dirut-tunggu-aturan-pemerintah-m29AnLzzWB.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Peraturan Pemerintah (PP) terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada September 2022.

Usai PP diterbitkan Kepala Negara, pada bulan yang sama tahun ini WSKT kemudian melakukan aksi korporasi dengan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue).

"Jadwal pelaksanaan PMN dan rights issue ini saat ini sedang menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah PMN tahun 2022 akan terbit di bulan September 2022," ujar Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono, Senin (12/9/2022).

 BACA JUGA:Curhat ke DPR, Erick Thohir Minta Sri Mulyani Tambah PMN BUMN Rp7,88 Triliun

Adapun pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ihwal rights issue direncanakan dilakukan pada Oktober 2022.

Di mana periode perdagangan HMETD pada November 2022.

"Metode rights issue sesuai POJK 32 tahun 2015, rights issue dilakukan dengan menawarkan hak memasang efek terlebih dahulu. Rights issue dilakukan dalam bentuk tunai," tuturnya.

WSKT memang membidik dana publik sebesar Rp980 miliar melalui right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana tersebut digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Dalam proses right issue, pemerintah selaku pemegang saham mayoritas ikut berpartisipasi melalui dukungan dana berupa pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022 senilai Rp3 triliun.

PMN tersebut telah disetujui DPR dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono memastikan PMN akan digunakan untuk menyelesaikan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi.

Untuk Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dialokasikan sebesar Rp 2 triliun. Sementara Ruas Tol Ciawi-Sukabumi senilai Rp 996 miliar hingga Rp 1 triliun.

"Bahwa PMN Rp 3 triliun ini hanya kami gunakan untuk menyelesaikan Ruas Tol Kayu Agung - Palembang - Betung sebesar Rp 2 triliun. Kemudian Tol Ciawi - Sukabumi sebesar Rp 996 miliar. Jadi bisa dipastikan bahwa PMN itu tidak kami gunakan untuk proyek lain, agar ruas tol yang ada ini bisa selesai di tahun depan," jelasnya.

Dengan begitu, total anggaran yang dibutuhkan emiten konstruksi pelat merah ini sebesar Rp3,98 triliun.

Dana segar ini dialokasikan untuk modal kerja perusahaan hingga penyelesaian pembangunan dua ruas tol.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini