Share

Menteri PUPR: Tantangan Lahan Pertanian di Sumba Timur Adalah Air, Air dan Air

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 12 September 2022 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 470 2665434 menteri-pupr-tantangan-lahan-pertanian-di-sumba-timur-adalah-air-air-dan-air-2mkM1gQVWo.jpg Basuki Hadimuljono ungkap tantangan lahan pertanian di Sumba (Foto: PUPR)

JAKARTA – Pembukaan lahan pertanian di Sumba Timur memiliki sejumlah tantangan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan di Sumba Timur akan ada tiga lokasi yang akan membantu ketersediaan air untuk mendukung produksi sorgum.

Pertama, di Laipori untuk lahan seluas 135 hektare (ha), kedua di Desa Patawang 500 ha, kemudian ketiga 500 ha lagi di Kawangu.

"Semua ini tergantung pada ketersediaan air. Tantangan alam di Sumba Timur ini tidak lain adalah air, air dan air," kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Senin (12/9/2022).

Selain itu melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga akan memberikan dukungan penyediaan air melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dan penambahan titik sumber air lewat sumur bor.

"Di Laipori, kita akan coba buatkan 4 titik sumur bor, termasuk jaringan pipanya dengan teknik distribusi air menggunakan lateral sprinkler agar tidak banyak air yang menguap. Kemudian di Kawangu juga kita akan coba 2 titik sumur bor. Nanti dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh PT Brantas Abipraya agar lebih cepat," sambung Menteri Basuki.

Sementara khusus di Desa Patawang, Menteri Basuki menginstruksikan agar dibuat sumur gali lewat skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat, khususnya yang tergabung dalam himpunan Petani Pemakai Air (P3A).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lewat skema padat karya, masyarakat yang terlibat bisa belajar membuat sumur gali, sekaligus mendapatkan upah harian yang bisa membantu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Masyarakat di Sumba Timur sangat membutuhkan air.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, semua pekerjaan sumur bor tersebut akan mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2022 ini.

"Untuk target penyelesaian diharapkan selesai pada akhir tahun 2022," sambung Jarot.

Kepala Desa Patawang Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur, NTT Iman Soleman yang berbincang dengan Menteri Basuki mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan tersebut dan bantuan penyediaan air bagi para petani sorgum di Desa Patawang.

"Sudah sejak lama kami bergelut dengan ketersediaan air untuk bertani yang terbatas," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini