Share

Bayan Resources (BYAN), Emiten Batu Bara Milik Low Tuck Kwong Raup Laba Rp14,4 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 278 2667249 bayan-resources-byan-emiten-batu-bara-milik-low-tuck-kwong-raup-laba-rp14-4-triliun-MngKP7YWUx.jpg Batu bara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meraup laba bersih USD970,75 juta atau setara Rp14,4 triliun di semester I-2022, angka ini naik 187,8% dibandingkan periode sama tahun 2021 yang terbilang USD337,04 juta. (Kurs: Rp14.920).

Dikutip Harian Neraca, BYAN ini merupakan emiten milik orang terkaya di Indonesia yakni Low Tuck Kwong.

Di mana Perseroannya berhasil mendongkrak laba bersih per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level USD0,29 per lembar, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level USD0,1.

 BACA JUGA:Kinerja Adi Sarana Armada (ASSA) Dibayangi Kenaikan Harga BBM

Adapun pendapatan naik 95,9% menjadi USD2,005 miliar yang ditopang peningkatan nilai ekspor batu bara sebesar 88,5% menjadi USD1,789 miliar. Senada, penjualan batu bara ke dalam negeri melonjak 193% menjadi USD211,8 juta. Walau beban pokok pendapatan membengkak 28,5% menjadi USD554,82 juta, tapi laba kotor tetap naik 145% menjadi USD1,45 miliar.

Kemudian untuk kewajiban bertambah 20,17% dibanding akhir tahun 2021 menjadi USD685,84 juta. Sedangkan ekuitas menyusut 2,3% menjadi USD1,819 miliar.

Sehingga aset perseroan meningkat 2,9% menjadi USD2,505 miliar.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Emiten pertambangan ini menargetkan produksi batu bara pada 2022 sebanyak 37 juta - 39 juta ton. Jumlah ini hampir sama dengan target tahun lalu sebanyak 38 juta ton.

Serta Perseroan juga memperkirakan akan meraup pendapatan antara USD3,2 miliar - USD3,4 miliar sepanjang 2022.

Di mana ini empertimbangkan rata-rata harga jual (ASP) di kisaran US$85 - USD90 per metrik ton (MT)dan dengan harga rata-rata di pasar Newcastle sekitar USD220 per ton.

Biaya tunai diperkirakan akan berada di kisaran USD33 - USD36 per ton, sehingga Ebitda tahun ini diperkirakan bisa mencapai antara USD2 miliar - USD2,1 miliar.

Perseroan juga menetapkan anggaran belanja modal atau capex tahun ini di kisaran USD220 juta - USD250 juta. Perinciannya, sekitar USD121,9 juta akan digunakan untuk konstruksi Coal Haul Road ke Mahakam sejauh 101 km.

Tercatat sekitar USD45,8 juta akan digunakan untuk proyek besar lainnya termasuk ekspansi stockpile BCT dan conveyor baru. Selain itu belanja modal juga disiapkan untuk membangun infrastruktur dan pendukung usaha lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini