“Dan kemudian kita lebih selektif lagi biar siapapun yang jadi agen brilink seolah-olah gak di PHP in gitu ya, artinya masih ada potensi yang bisa dikerjain, mungkin beda dengan awal-awal agen brilink ini dibuka jadi siapa pun masuk tapi sekarang kita sudah lebih selektif lagi sehingga daya jangkau sudah lebih menjangkau,” ungkapnya.
BRI juga melakukan pemanfaatan big data dengan BRIBRAIN untuk pengelolaan Agen BRILink yang komprehensif.
Sistem ini mendukung untuk penilaian Agen BRILink, pemetaan potensi area bisnis yang akan dikelola termasuk titik lokasi yang menjadi prospek untuk layanan dengan pendekatan keagenan. Andri menjelaskan ke depan Agen BRILink akan dijadikan sebagai UMI Enabler.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.