Share

Ganti Gas Elpiji 3 Kg, Kompor Listrik 2 Tungku Uji Coba di 3 Kota

Rizky Fauzan, MNC Portal · Minggu 18 September 2022 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 320 2669804 ganti-gas-elpiji-3-kg-kompor-listrik-2-tungku-uji-coba-di-3-kota-5UI1eelNsZ.png Uji Coba Kompor Listrik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kompor listrik mulai diuji coba di tiga kota pada tahun ini. Kompor listrik yang diuji coba mencapai 300 ribu unit.

Hal tersebut sejalan dengan rencana perusahaan yang mendorong program konversi LPG ke Kompor Induksi sebanyak 15,3 juta pelanggan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengutarakan jika saat ini sedang dilakukan uji coba terkait hal tersebut.

Baca Juga: Tenang! Penggunaan Kompor Listrik Tak Bikin Tagihan Membengkak

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwasanya dalam uji coba di tiga kota.

"Saat ini masih uji coba di 3 kota, masih dipelajari respons masyarakat serta juga aspek teknis dari kompor induksi tersebut," kata Dadan kepada awak media, Minggu (18/9/2022).

Dia menuturkan, proses uji coba ini juga akan melihat kapasitas kompor yang tepat. Sehingga masyarakat akan lebih nyaman dalam memasak.

Dadan juga menjelaskan saat ini yang sedang diuji coba adalah kompor listrik 2 tungku dengan kapasitas 1.000 watt.

Baca Juga: Gencarkan Kompor Listrik, Tagihan Orang Miskin Bisa Membengkak?

"Uji coba ini dilakukan oleh PLN, jadi dibuatkan jaringan khusus di rumah untuk kompor," jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting buka suara terkait adanya rencana program migrasi kompor gas ke listrik. Ia menjelaskan, belum ada arahan untuk mengurangi suplai gas 3 kg di daerah.

"Sementara belum ada arahan," kata Irto. (15/9/2022).

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program konversi kompor ini dilakukan PLN sebagai salah satu upaya mengurangi beban negara atas impor LPG yang tiap tahun naik. Apalagi, lanjutnya, selama ini khususnya LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang masih dijual bebas sehingga tidak tepat sasaran dan menjadi beban APBN.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Melalui konversi kompor ini langsung bisa menyelesaikan tiga persoalan sekaligus. Mengurangi ketergantungan impor LPG dengan energi berbasis domestik, yaitu listrik dan juga mengurangi beban APBN yang selama ini untuk mensubsidi LPG ini," papar Darmawan.

Selain itu, Darmawan menambahkan langkah konversi kompor ini sejalan dengan misi KTT G20, yaitu transisi energi. Dengan menggunakan kompor induksi maka emisi gas buang yang dihasilkan dari kompor induksi ini jauh lebih rendah dibandingkan kompor LPG 

"Proyek migrasi tersebut akan dimulai di Solo dan Bali. Untuk itu kami melakukan 2 lokasi uji klinis yaitu di Solo 1.000 kompor induksi dan 1.000 lagi di Bali," kata Darmawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini