Share

Kecelakaan Maut di Tol, Standar Pelayanan Akan Dicek 6 Bulan Sekali

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 19 September 2022 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670830 kecelakaan-maut-di-tol-standar-pelayanan-akan-dicek-6-bulan-sekali-pcLbCgSys5.jpg SPM Jalan Tol Ditingkatkan Usai Terjadi Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menegaskan bahwa pihaknya segera memperbaiki Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk jalan tol. Hal ini karena banyaknya kejadian kecelakaan beruntun di tol.

Hedy menjelaskan, SPM di jalan tol yang saat ini menjadi syarat yang harus dilalan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam mengoperasikan jalan tol perlu dilakukan perbaikan.

Baca Juga: Asap Bikin Kecelakaan, Begini Kronologi Adanya Pembakaran Lahan di Tol Pejagan-Pemalang

"Akan kita sempurnakan lagi untuk mencakup masalah-masalah keindahan, kebersihan (termasuk dari asap) itu bagian juga dari SPM," kata Hedy dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Senin (19/9/2022).

Menurut Hedy, SPM yang ada saat ini sudah banyak mencakup banyak hal, termasuk untuk keamanan penggunaan jalan tol. Namun yang paling penting adalah memastikan jika SPM tersebut dipenuhi oleh operator.

Jika sebelumnya SPM hanya dimonitor ketika akan ada kenaikan tarif tol, maka ke depan SPM bakal langsung di review oleh Kementerian PUPR setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga: Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan Beruntun, Kementerian PUPR Bakal Sanksi Pengelola Tol Pejagan-Pemalang

"Kalau dulu SPM hanya kita monitor, dan kita cek kalau ada kenaikan tarif, nanti akan kita atur, sehingga setiap 6 bulan sekali sistem monitoring SPM akan kita review," sambung Hedy.

"Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita memastikan SPM itu secara continue dipenuhi, kita sudah ada di rancangan PP sehingga SPM itu Setiap 6 bulan sekali akan kita review," lanjutnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Dannag Parikesit menambahkan pihaknya sudah membahas bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) terkait pengetatan SOP operator jalan tol yang sudah diatur dalam SPM.

"Yang ingin ditingkatkan kemampuan untuk surveillance (pengawasan), termasuk tadi pemasangan kamera CCTV sekaligus menyampaikan pak dirjen meminta kami kepada BUJT, pemasangan speed kamera memonitor kecepatan kendaraan. Ini di semua BUJT kami sudah instruksikan beberapa waktu lalu," pungkas Dannag.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini