Share

Golongan 450 VA Tidak Dihapus, Erick Thohir: Ada Ibu-Ibu yang Butuh Listrik untuk Jualan

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 21 September 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2671784 golongan-450-va-tidak-dihapus-erick-thohir-ada-ibu-ibu-yang-butuh-listrik-untuk-jualan-SugX4WAHjV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah menegaskan kembali bahwa tidak menghapus golongan listrik dengan daya 450 VA. Sebab golongan listrik tersebut merupakan subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, daya 450 VA merupakan dukungan pemerintah bagi masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Dia bilang, ada ibu-ibu yang membutuhkan daya 450 VA untuk berjualan nasi uduk.

Baca Juga: Daya Listrik 450 VA Diubah Jadi 900 VA, Jokowi: Enggak Ada!

"Saya memastikan daya listrik 450 VA tidak dihapus, demi melayani yang kurang mampu. Ada Ibu-ibu yang butuh listrik untuk berjualan nasi uduk. Ada Bapak-bapak pengrajin tahu tempe," ungkap Erick, Selasa (21/9/3022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menegaskan bahwa daya listrik 450 VA masih ada dan akan tetap diberikan kepada masyarakat.

Kepala Negara memastikan tidak ada penghapusan daya listrik 450 VA. Tidak ada pembicaraan mengenai penghapusan daya tersebut. Sebaliknya, pemerintah akan tetap memberikan subsidi listrik.

Baca Juga: Tak Dihapus, Jokowi Pastikan Golongan Listrik 450 VA Dapat Subsidi

"Ya, saya sampaikan tidak ada. subsidinya untuk yang 450 VA tetap dan tidak ada penghapusan 450 VA, tidak ada perubahan dari 450 VA ke 900 VA enggak ada," kata Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Banggar DPR Said Abdullah mencatat daya listrik 450 VA perlu dihapus untuk penyesuaian dengan tingkat kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Sebagai gantinya, kelompok rumah tangga miskin akan dialihkan secara bertahap menggunakan daya listrik 900 VA. Meski demikian, usulan tersebut belum direalisasikan dalam waktu dekat ini.

"Secara bertahap terhadap keluarga kemiskinan parah dengan 450 VA, tentu tidak bisa kita lakukan dengan serta merta ke 900 VA. Terhadap keluarga miskin yang masih memakai 450 VA kita terus upayakan bermigrasi ke 900 VA secara pelan-pelan pula sejalan dengan peningkatan kebutuhan elektrifikasi mereka," kata Said.

Usulan penghapusan daya listrik 450 VA ini berawal dari kondisi PT PLN (Persero) yang terus mengalami oversupply listrik.

Kondisi surplus listrik ini diperkirakan mencapai 41 gigawatt (GW) pada tahun 2030, seiring dengan penerapan energi baru terbarukan (EBT). Untuk setiap 1 GW, PLN harus menanggung beban sekitar Rp 3 triliun per tahun lantaran dalam kontrak jual-beli listrik dengan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) terdapat skema take or pay.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini