Share

Suku Bunga Acuan BI Naik, Saham Apa yang Paling Cuan?

Rizky Fauzan, MNC Portal · Sabtu 24 September 2022 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 278 2674239 suku-bunga-acuan-bi-naik-saham-apa-yang-paling-cuan-w9uZNf9y6P.jpg Saham yang cuan saat suku bunga BI naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mengatakan, kenaikan suku bunga masih dapat direspons positif ke depannya oleh pelaku pasar mengingat kenaikan The Fed masih akan agresif dalam menaikan suku bunganya. Menurut dia, selain itu kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat masih menjadi daya tarik investor asing.

"Kenaikan suku bunga saat ini karena meredam inflasi akibat kenaikan harga komoditas. Hal ini akan berdampak pada sektor consumer karena saya beli yang melemah serta adanya kenaikan harga beban raw and material pada emiten consumer," kata Azis kepada media, Sabtu (24/9/2022).

Azis juga menyebutkan, dalam kondisi seperti ini sektor mining diuntungkan dari kenaikan suku bunga. Mengingat kenaikan suku bunga dapat menjadi ketertarikan bagi investor asing untuk masuk di market. Di sisi lain, harga komoditas yang masih tinggi seperti batu bara masih bisa menjadi sentimen positif bagi sektor tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, Aziz merekomendasikan investor dapat mencermati saham-saham sektor komoditas seperti ADRO, ADMR, maupun PTBA dengan rekomendasi hold atau trading buy dengan potensi upside 10%-15%.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa kenaikkan tingkat suku bunga akan membuat turunnya investasi, daya beli, konsumsi serta mengurangi pendapatan perusahaan.

"Tentu dampak kenaikkan tingkat suku bunga bukanlah merupakan sesuatu yang baik. Namun kenaikkan tingkat suku bunga merupakan sesuatu yang wajar, yang harus dilakukan di tengah situasi dan kondisi saat ini. Pelaku pasar dan investor diminta beradaptasi dan melakukan penyesuaian," kata dia.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Nico menuturkan, dengan adanya kenaikan tingkat suku bunga. Pilarmas Investindo masih menyarankan sektor perbankan bank buku 4, konsumen primer, infrastruktur, batu bara dan energi. Pasalnya, beberapa sektor tersebut masih menjadi salah satu sektor andalan di tengah kenaikkan tingkat suku bunga.

Beberapa sektor yang dirugikan tentu saja yang berhubungan dengan leasing. Lantaran kenaikan tingkat suku bunga akan menurunkan penyaluran kredit, baik otomotif maupun properti.

Untuk para investor, Nico merekomendasikan untuk menyesuaikan situasi dan kondisi terhadap fundamental ekonomi dan juga kinerja para emiten. Nico berpendapat emiten di Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian yang terjadi di pasar.

Bahkan, setiap koreksi yang terjadi justru menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan pembelian.

"Kedua, perhatikan durasi investasi, apabila kita tidak bisa menerima volatilitas yang terjadi di pasar, memanjangkan durasi menjadi sebuah pilihan dan berinvestasi di perusahaan perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. Ketiga, berinvestasi terhadap saham saham yang memiliki fundamental baik dan memiliki potensi valuasi di masa yang akan datang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini