Share

Wall Street Anjlok, Indeks Dow Jones Melemah 1,1%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 278 2675557 wall-street-anjlok-indeks-dow-jones-melemah-1-1-hIl9SECyhi.jpg Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street anjlok lebih dalam pada penutupan perdagangan Senin (26/9/2022) waktu setempat. Bursa saham AS anjlok karena investor khawatir bahwa kampanye agresif Federal Reserve terhadap inflasi dapat membuat ekonomi AS mengalami penurunan tajam.

Mengutip Reuters, Selasa (27/8/2022), indeks Dow Jones sekarang turun 20,5% dari rekor penutupan tertinggi pada 4 Januari. Menurut definisi yang banyak digunakan, mengakhiri sesi turun 20% atau lebih dari rekor penutupan tertinggi menegaskan Dow telah berada di pasar bearish sejak mencapai puncak pada Januari.

S&P 500 belum turun di bawah level terendah harian pada 17 Juni lalu. Sejauh ini turun sekitar 23% pada tahun 2022. Pada akhir sesi perdagangan kemarin, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 1,11% menjadi berakhir pada 29.260,81 poin, sedangkan S&P 500 (.SPX) turun 1,03% menjadi 3.655,04. Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,6% menjadi 10.802,92.

Sepuluh dari 11 indeks sektor S&P 500 anjlok, dipimpin oleh penurunan 2,6% pada real estate (.SPLRCR) dan energi (.SPNY).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Keyakinan di antara para pelaku pasar saham juga terguncang oleh pergerakan dramatis di pasar valuta asing global karena sterling mencapai titik terendah sepanjang masa di tengah kekhawatiran bahwa rencana fiskal baru pemerintah Inggris yang dirilis Jumat mengancam akan membebani keuangan negara.

Hal tersebut menambah lapisan volatilitas ekstra ke pasar, di mana investor khawatir tentang resesi global di tengah inflasi yang tinggi selama beberapa dekade. Indeks Volatilitas CBOE (.VIX), melayang di dekat tertinggi tiga bulan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini