Share

Jadwal Pembagian Dividen United Tractors (UNTR) Rp3,05 Triliun

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 278 2675584 jadwal-pembagian-dividen-united-tractors-untr-rp3-05-triliun-RFefeQJkgC.jpg Jadwal pembagian dividen UNTR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Jadwal pembagian dividen PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rpp3,05 triliun. Para pemegang saham akan mendapat dividen sebesar Rp818 per saham.

Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Lubis mengatakan, pembagian dividen interim dilakukan berdasarkan keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Komisaris, yang ditandatangani pada tanggal 23 Oktober 2022.

“Dewan Komisaris telah menyetujui keputusan Direksi perseroan pada 22 Oktober 2022, untuk membagi dan membayar dividen interim kepada para pemegang saham,” kata Sara dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (27/9/2022).-

Sara menyebut bahwa, pembagian dividen interim untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan.

Berikut jadwal pembagian dividen interim UNTR:

Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 4 Oktober 2022

Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 5 Oktober 2022

Cum Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai : 6 Oktober 2022

Ex Dividen untuk perdagangan di Pasar Tunai : 7 Oktober 2022

Recording Date yang berhak atas Dividen : 6 Oktober 2022

Pembayaran Dividen : 24 Oktober 2022

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran Dividen Interim telah kami koordinasikan dengan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan biro administrasi efek perseroan,” pungkas Sara.

Pada semester pertama tahun ini, UNTR berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp60,4 triliun atau naik sebesar 62% dari Rp37,3 triliun pada periode yang sama tahun 2021. Seiring dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan meningkat 129% menjadi Rp10,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,5 triliun.

Masing-masing segmen usaha, yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 29%, 33%, 31%, 6% dan 1% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini