Share

Waskita Karya (WSKT) Incar Kontrak Baru Rp35 Triliun Tahun Depan

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 05 Oktober 2022 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 278 2681291 waskita-karya-wskt-incar-kontrak-baru-rp35-triliun-tahun-depan-6kPZ1Q2vHf.jpg WSKT incar kontrak baru Rp35 triliun tahun depan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) incar kontrak baru sebesar Rp30 triliun - Rp35 triliun pada 2023. Target kontrak baru tersebut diyakini bisa dicapai lantaran adanya perbaikan keuangan perusahaan.

Meski target nilai kontrak baru pada tahun depan tercatat optimistis, Waskita Karya baru merealisasikan NKB sebesar 42% dari target NKB 2022 senilai Rp25 triliun - Rp30 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno memastikan pihaknya mampu memenuhi target NKB hingga akhir tahun ini. Dengan begitu, pada tahun berikutnya emiten bersandi saham WSKT ini mulai membidik NKB sebesar Rp35 triliun.

“Kami masih optimistis target kontrak baru masih bisa dicapai sampai akhir 2022, dikarenakan memang untuk sektor konstruksi saat ini mulai banyak pengumuman pemenang tender sampai akhir tahun,” ungkap Wiwi Rabu (5/10/2022).

Untuk sektor water infrastructure, lanjut Wiwi, Waskita Karya memasang target nilai kontrak baru sebesar 30% hingga 2025 mendatang.

"Sesuai dengan champion segmen Waskita yaitu water infrastructure, sampai 2025 kami mengharapkan kontribusi Waskita Karya pada perolehan nilai kontrak baru untuk sektor air ini bisa sampai 30%," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di lain sisi, emiten konstruksi pelat merah itu juga berencana melakukan divestasi sejumlah ruas tol. Aksi tersebut untuk mengurangi porsi utang perusahaan yang saat ini berada di angka Rp77 triliun.

Wiwi menilai salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah utang perusahaan dengan menjual sejumlah ruas tol kepada investor strategis.

"Utang waskita saat ini kan total Rp77 triliun. Dan ini kan kita berupaya bertahap mengurangi utang, yang tadi kami sampaikan melalui aksi strategis partnership (divestasi ruas tol)," ujar Wiwi.

Dia menjelaskan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima Waskita Karya sebesar Rp7,9 triliun pada 2021 itu, sebagiannya dialokasikan untuk retensi ruas jalan tol.

Usai pembangunan sejumlah ruas tol, Waskita Karya kemudian mengoperasikan dan menawarkannya kepada investor yang dipandang strategis. Pada tahap ini, Wiwi berharap utang perusahaan bisa ditekan atau dikurangi hingga pada level tertentu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini