Share

Ada Masalah dengan Layanan Produk Jasa Keuangan? Yuk Adukan ke Sini

Ikhsan Permana, MNC Portal · Senin 10 Oktober 2022 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 10 320 2684089 ada-masalah-dengan-layanan-produk-jasa-keuangan-yuk-adukan-ke-sini-Ke7DMhLeo4.png Masyarakat Bisa Adukan Layanan Produk Jasa Keuangan. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Masyarakat sekarang mudah mengadukan apapun terkait layanan produk jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat layanan chatbot bagi masyarakat yang ingin mengadu.

Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, selain meluncurkan chatbot, pihaknya juga menghadirkan layanan lain untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan digital atau digital trust system.

Baca Juga: Ada Pelanggaran, OJK Setop 244 Iklan Produk dan Layanan Jasa Keuangan

Keduanya adalah Digital Financial Literacy Modules untuk meningkatkan pemahaman konsumen sebelum memilih layanan atau produk keuangan digital dan OJK's SupTech and RegTech Capacity Building untuk mempercepat digitalisasi dalam rangka mengoptimalkan efektivitas pengawasan dan perizinan terintegrasi berbasis Information Technology (IT).

Baca Juga: OJK: Transaksi Digital di Perbankan Tembus Rp4.500 Triliun, Naik 31%

"Chatbot dan modul literasi keuangan digital adalah bukti nyata dari OJK untuk masyarakat dalam memanfaatkan teknologi modern, khususnya dalam mengakses data keluhan nasabah secara real-time dan mengidentifikasi potensi misconduct secara akurat serta meyakinkan konsumen bahwa suara mereka didengar, " kata Friderica dalam pembukaan OJK Virtual Innovation Day (OVID) 2022 di Jakarta, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan ekosistem financial technology (fintech) yang inovatif, bertanggung jawab, dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen.

"Kebutuhan untuk membangun digital trust menjadi sangat fundamental mengingat meningkatnya berbagai risiko seiring dengan semakin terdigitalisasinya seluruh aktivitas masyarakat," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini