JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suhasil Nazara mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat kuat setelah 2,5 tahun menghadapi pandemi Covid-19 dan di tengah berbagai gejolak dan ketidakpastian yang muncul dari global.
“Ketahanan ekonomi Indonesia saya rasa masih sangat kuat. Kuartal II kita tumbuh 5,4%. Tahun 2022 ini kami yakin di atas 5%, mungkin sekitar 5,2% pertumbuhan ekonomi Indonesia di seluruh tahun,” kata Suahasil secara daring, dikutip di Jakarta, Selasa (18/10/2022).
Dia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan berada di sekitar 5,3% dengan inflasi yang relatif terjaga saat ini 5,95%, di tengah kebijakan penyesuaian harga BBM.
“Kita melihat perekonomian Indonesia ke depan adalah optimis dan waspada,” ujar Suahasil.
Menurut dia, optimisme ini dapat dilihat dari kemampuan Indonesia dalam menangani pandemi sehingga kegiatan ekonomi dapat kembali pulih. Namun demikian, Indonesia masih perlu waspada karena pandemi meninggalkan scarring effect terhadap perekonomian di sisi supply. Sisi produksi tidak bisa langsung cepat merespon permintaan sehingga menyebabkan terjadinya inflasi yang harus disikapi oleh otoritas moneter.
“Inflasi yang disebabkan karena perbaikan di dalam konteks pandemi itu kemudian bertambah lagi dengan inflasi yang muncul karena adanya perang Rusia dan Ukraina. Kemudian harga-harga komoditas menjadi sangat-sangat naik dan kemudian menciptakan volatilitas yang sangat tinggi,” kata Suahasil.