Share

Tantangan Operasikan 120 Pesawat, Bos Garuda: Kita Bersaing dengan Seluruh Maskapai Dunia

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 20 Oktober 2022 18:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 320 2691318 tantangan-operasikan-120-pesawat-bos-garuda-kita-bersaing-dengan-seluruh-maskapai-dunia-Jjt7T6XaaU.png Garuda Indonesia Ditarget Operasikan 120 Pesawat Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Garuda)

JAKARTA - Garuda Indonesia mengungkapkan sejumlah tantangan untuk bisa mengoperasikan 120 pesawat pada tahun ini. Salah satu tantangannya, persaingan antara maskapai penerbangan global untuk memperoleh perbaikan mesin (engine) pesawat.

Adapun target 120 pesawat yang dioperasikan Garuda Indonesia merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir. Jumlah armada yang dioperasikan untuk menjangkau rute-rute domestik yang saat ini masih ditutup sekaligus menekan adanya kenaikan harga tiket pesawat.

Baca Juga: Garuda Indonesia-Trans Airways Bahas Rights Issue, Hasilnya Apa?

"Salah satu kendala yang saat ini kita sedang bersaing dengan seluruh maskapai di dunia adalah slot untuk perbaikan untuk engine pesawat, kita terus menerus berkomunikasi dengan pihaknya untuk bisa memperoleh percepatan terhadap itu," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat konferensi pers, Kamis (20/10/2022)

Meski terkendala, Irfan optimis bisa mengoperasikan jumlah pesawat berdasarkan instruktur pemegang saham mayoritas. Pihaknya pun terus melakukan monitoring

"Sampai saat ini masih punya keyakinan ini bisa kita capai di kisaran 120-an pesawat baik Garuda maupun Citilink. Namun demikian Dari waktu ke waktu kita terus memonitor slot daripada international karena ini membutuhkan tempat untuk bekerja," kata dia.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Yakin Suspensi Saham Segera Dibuka, Ini Tanggalnya

Dia mengaku bahwa Kementerian BUMN secara terus menerus menanyakan perkembangan daripada target pesawat yang harus dioperasikan tersebut.

"Kementerian BUMN secara continue juga terus menanyakan ke saya perkembangan dari restorasi-restorasi pesawat ini karena ternyata ini menjadi konsen juga dari Bapak Presiden terhadap keberadaan atau jumlah pesawat Garuda, Citilink yang dapat dioperasikan," tuturnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Kementerian BUMN sebelumnya mengungkap sumber pendanaan Garuda Indonesia untuk memperoleh 120 pesawat sebagiannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN Erick menyebut PMN yang nantinya diterima emiten dengan kode saham GIAA itu sebagiannya akan dialokasikan untuk sewa pesawat. Dan sebagian lainnya untuk operasional perusahaan.

"Mengalokasikan (dana) dari teman-teman Garuda, pendanaan sebagian dari situ (PMN), pasti dari situ," ungkap Arya kepada wartawan.

Selain mengandalkan dana suntikan negara, Arya memastikan anggaran sewa pesawat juga berasal dari investor luar negeri dan lokal. Hanya saja, hingga kini Kementerian BUMN masih mencari investor yang tepat bagi Garuda Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini