Royke menyebutkan memang kuartal III tahun ini merupakan tahun yang menantang akibat tingginya tensi geopolitik, pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga ketegangan rantai pasok dan pangan global yang tertekan ketegangan geopolitik.
Selain itu ada juga tantangan dari tingginya inflasi dan pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara dan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global.
"Kami berupaya untuk menjaga kinerja agar tetap sustain dan menjaga tren pemulihan ekonomi. Kami bisa merealisasikan kinerja positif hingga akhir 2022 dan didukung portofolio kredit yang jauh lebih sehat dan tetap mengedepankan aspek prudential banking," jelas Royke.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.