“Kita harus mampu bertumbuh 7- 8% (yoy), atau produktivitas kita harus tiga kali lipat dari sekarang, baru kita bisa keluar dari middle income trap. Hanya itu, tidak bisa kita berbisnis as usual, kita harus bekerja lebih keras dan anak muda kunci di situ,” bebernya.
Ketiga, peningkatan kualitas SDM, reformasi sektor pendidikan yang lebih egaliter, tidak fokus pada pemenuhan pendidikan dasar melainkan sistem pendidikan yang production oriented, serta perbaikan sistem kesehatan.
Kemudian, keempat, program keluarga berencana sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk untuk mengurangi mortalirty rate serta perbaikan struktur usia penduduk.
“Kesempatan kita tidak banyak, sampai 2035, kalau lewat dari itu akan sulit sekali. Itu yang dialami oleh Brazil dan Thailand, yang mungkin tidak akan keluar dari middle income trap,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.