Share

Mentan Ajak Petani untuk Tanam Kedelai Lokal

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 02 November 2022 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 320 2699706 mentan-ajak-petani-untuk-tanam-kedelai-lokal-Tyuou7v9Yz.jpg Mentan Dorong Petani untuk Tanam Kedelai. (Foto: Okezone.com/MPI)

KOTA MALANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong petani menanam kedelai demi menjaga ketersediaan stoknya dan tak perlu impor. Pasalnya, harga kedelai impor yang mahal membuat sejumlah pelaku usaha tempe dan tahu mulai terdampak.

"Kita mendorong, kedelai lokal siapapun yang mau tanam, ayo. Presiden juga memerintahkan untuk semaksimal mungkin kita tanam kedelai lokal," ucap Mentan Syahrul Yasin Limpo, sesuai mengisi kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB) Malang, pada Rabu sore (2/11/2022).

Baca Juga: RI Impor Kedelai 350.000 Ton

Menteri kelahiran Makassar ini juga meminta agar kedelai yang ditanam para petani dibeli dengan harga yang layak yakni Rp 10.000 per kilogramnya. Sebab selama ini kedelai dari petani hanya dihargai Rp5.000 - Rp6.000 per kilogramnya, yang membuat petani juga akhirnya enggan menanam kedelai yang berujung terpaksa mendatangkan dari luar negeri atau impor.

Baca Juga: Ini Strategi Percepat Penyerapan Kedelai Lokal, Harga Acuan Dipatok Rp12.000/Kg

"Selama ini kedelai kita hanya Rp5.000-Rp6.000 per kilogram, jadi Rp10 ribu itu sudah menjadi bonus untuk mereka tanam lebih banyak. Sehingga mereka tidak tergantung penuh dengan impor lagi," kata Syahrul kembali.

Impor kedelai juga dinilai Mentan membuat kedelai lokal terdesak, apalagi secara harga di pasaran lebih murah. Padahal saat ini negara asal kedelai tengah mengalami perubahan iklim sehingga berdampak pada tingkat produksi kedelai itu sendiri.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Selama ini pilihan kita mengimpor itu jauh lebih murah, agar harga tempe tahu lebih murah. Tapi karena climate change, di negara asal juga terkontraksi naik," ujarnya.

Menurutnya, sebagai negara besar Indonesia perlu bersinergi dan berkolaborasi semua pihak termasuk perguruan tinggi dalam menjawab tantangan-tantangan ketahanan pangan. "Indonesia negara besar, 273 juta orang harus makan, oleh karena itu pertanian harus menjadi bantalan yang paling utama," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini