Share

Sri Mulyani Minta Nasabah Rich Investasi Jangka Panjang

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Kamis 10 November 2022 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 320 2704891 sri-mulyani-minta-nasabah-rich-investasi-jangka-panjang-bWfUSxypiH.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta adanya instrumen keuangan yang lebih variatif, atraktif dan dapat diandalkan atau reliable yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pasalnya, penghimpunan dana oleh masyarakat di industri keuangan masih sangat terbatas. Artinya, potensi pasar masih terbilang sangat besar.

Selain itu, proporsi aset keuangan masih belum merata karena didominasi oleh sektor perbankan. Sementara, porsi aset di industri keuangan non bank yang merupakan sumber dana jangka panjang memiliki porsi simpanan yang relatif lebih kecil.

"Kita perlu mendorong agar nasabah-nasabah besar mampu dan bersedia investasi di instrumen jangka panjang, sekaligus melakukan diversifikasi produk, baik di perbankan maupun sektor keuangan lainnya," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Sri Mulyani juga menyorti kapitalisasi pasar saham Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih lebih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Dalam paparannya, kapitalisasi pasar saham Indonesia terhadap PDB hanya sebesar 15,15%, jauh lebih rendah dibanding Malaysia yang sebesar 121,57% dan Thailand sebesar 102,80%.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, mekanisme hedging produk keuangan berisiko tinggi relatif terbatas. Sedangkan, mekanisme hedging masih terkonsentrasi hanya di pasar valuta asing, sementara pada sektor keuangan lainnya belum terbentuk dengan baik.

Bendahara negara itu menyebut, terbatasnya instrumen keuangan terkait dengan keterbatasan instrumen keuangan untuk investasi dan pengelolaan risiko. Instrumen tersebut didominasi oleh tabungan, deposito, giro, reksa dana, saham dan obligasi.

Ia menuturkan, apabila sektor keuangan mampu menyediakan instrumen yang lebih variatif, atraktif, dan reliable sesuai kebutuhan masyarakat, maka perekonomian Indonesia akan semakin memiliki sumber pembiayaan yang bervariasi, sesuai dengan profil risiko dan karakter dari berbagai kegiatan dan sektor ekonomi.

"Masyarakat dapat memilih meletakkan dana atau tabungannya di berbagai sektor dan instrumen keuangan. Sedangkan, investor juga memiliki berbagai kemampuan untuk merespons dari sisi kebutuhan investasinya, sesuai dengan karakter sumber dana," tutur Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini