Share

Pendapatan WIKA Gedung (WEGE) Turun 31,5% Jadi Rp1,67 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 14 November 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 278 2707056 pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun-BiyKlhEUl4.jpg Pendapatan WEGE alami penurunan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turun 31,56% menjadi Rp1,67 triliun pada kuartal III 2022. Pendapatan WEGE turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp2,44 triliun.

Direktur Utama WEGE Hadian Pramudita mengatakan, pendapatan tersebut disokong oleh pendapatan dari konstruksi sebesar Rp1,49 triliun yang merupakan penyokong utama kinerja WEGE. Disusul, investasi & konsesi sebesar Rp39,47 miliar dan industri modular sebesar Rp148,44 miliar, yang menguat masing-masing 56% dan 81% secara tahunan.

“Hal ini menunjukkan bahwa bisnis konsesi dan industri modular yang merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan (backward & forward), berhasil dalam menopang pendapatan perseroan (core business),”ujarnya di Jakarta, kemarin

Sejalan dengan pendapatan yang turun, laba periode berjalan WEGE juga terkoreksi 38,76% menjadi Rp92,67 miliar dibandingkan dengan kuartal III tahun 2021 yang tercatat senilai Rp151,48 miliar. Menurut Hadian, meskipun pendapatan WEGE mengalami kontraksi secara tahunan, namun perseroan mampu menjaga gross profit margin di level 8,59%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan operating profit margin di level 5,34% dan net profit margin di level 5,54% ditopang dari pendapatan lainnya. Kondisi lain yang membuat WEGE tetap memberikan performa terbaiknya adalah dari sisi rasio leverege, dengan DER WEGE saat ini sebesar 1,20 kali, gearing ratio sebesar 0,30 kali, dan current ratio sebesar 2,03 kali menunjukkan WEGE memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun, kas dan setara kas per 30 September 2022 WEGE mencapai Rp428,10 miliar dengan total ekuitas senilai Rp2,39 triliun dan total aset sebesar Rp5,25 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru hingga Rp7,1 triliun. Perseroan sendiri mengaku optimis target kontrak baru bakal terealisasi. Dimana target kontrak dibagi berdasarkan tipe owner yaitu sebesar Rp3,81 triliun atau 53,62% berasal dari proyek pemerintah, sebesar Rp2,31 triliun atau 30,26% berasal dari BUMN, sebesar Rp980 miliar atau 13,79% berasal dari swasta.

Dari tipe konstruksi target Rp7,1 triliun terdiri dari public facilities sebesar Rp3,35 triliun atau 47,22%. Sementara itu, sebesar Rp2,6 triliun atau 36,59% berasal dari office, sebesar Rp730 miliar atau 10,27% berasal dari lini bisnis commercial, dan residensial sebesar Rp420 miliar atau 5,91%. Strategi WEGE dalam mencapai kontrak baru sebesar Rp7,1 triliun yakni fokus pada proyek-proyek yang masuk dalam sasaran tahun lalu namun bergeser ke tahun 2022.

WEGE juga menggunakan teknologi di bidang IT seperti Building Information Modeling (BIM) yang sudah diterapkan pada 25 proyek dengan nilai total Rp7,3 triliun, teknologi modeling ini membantu dalam mempermudah perhitungan volume pekerjaan secara cepat dan akurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini