Share

Banyak BUMN Nantikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2023

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Rabu 16 November 2022 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 320 2708959 banyak-bumn-nantikan-kereta-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2023-s9LZnACsFU.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2023. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Sejumlah BUMN membidik kesiapan operasional dan komersialisasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Adapun BUMN yang terlibat berasal dari berbagai sektor bisnis.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, adanya keterlibatan sejumlah BUMN lantaran KCJB akan diintegrasikan dengan moda transportasi di Jakarta dan Bandung, termasuk jalan tol. Sehingga, saat ini sedang dibahas skema dukungan yang melibatkan PT Jasa Marga untuk akses tol, dan InJourney di sektor pariwisata.

Tak hanya itu, ada keterlibatan PT Sarinah (Persero) dan Perum Peruri terkait pengembangan retail bisnis. Sementara PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Telkomsel Indonesia untuk digitalisasi KCJB.

Baca Juga: Di Depan Jokowi-Xi Jinping, Luhut: Kereta Cepat Beroperasi 2023 Tidak Boleh Mundur!

"Untuk menunjang kesiapan operasional dan komersialisasi proyek, sedang dibahas skema dukungan yang melibatkan Jasa Marga untuk akses tol, InJourney, Sarinah dan Peruri terkait pengembangan retail bisnis, serta Bank Mandiri dan Telkomsel terkait digitalisasi,” ungkap Erick, Rabu (16/11/2022)

Menurutnya, komitmen BUMN juga ditunjukkan melalui dukungan konsorsium BUMN yang terlibat dalam mega proyek tersebut. Konsorsium BUMN beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai pemimpin konsorsium, sementara PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII sebagai anggota.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2023, Luhut Undang Presiden Xi Jinping untuk Peresmian

Selain melalui konsorsium, dukungan juga diberikan oleh Wijaya Karya sebagai anggota konsorsium kontraktor yang mendukung pekerjaan subgrade, stasiun dan beberapa pekerjaan kritikal lain. Lalu, PT PLN (Persero) untuk penyediaan listrik dan Telkomsel untuk frekuensi Global System for Mobile Communications-Railway (GSM-R).

Proyek KCJB merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang diproyeksikan akan memberikan dampak positif, tidak hanya di sektor transportasi tetapi juga perekonomian.

"Kami akan terus optimalkan kereta cepat pertama di tanah air ini. Nanti jika sudah terhubung antar moda LRT di Jakarta, lalu kereta cepat, dan kereta lokal di Bandung, maka kita memiliki paket integrasi antar moda terbaik di tanah air," ucap dia.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Setelah pembangunan skala penuh dimulai pada Juni 2018, proyek kolaborasi Indonesia dan Tiongkok ini telah melakukan uji coba operasional yang disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Kereta Cepat Jakarta Bandung pun ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2023. Saat ini persiapan sudah on track, dan telah dilakukan kunjungan oleh Presiden Jokowi pada 13 Oktober 2022 lalu.

Erick menilai hadirnya KCJB menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki layanan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara. KCJB menjadi alternatif moda transportasi massal bagi masyarakat yang ingin bepergian.

Tidak hanya itu, proyek ini memberikan dampak sosial ekonomi dan lingkungan, antara lain berupa penciptaan lapangan pekerjaan, baik saat pembangunan proyek dan setelah pengoperasian, mengurangi kemacetan, mengurangi emisi dan penggunaan BBM.

Lalu, penghematan waktu perjalanan, potensi pengembangan kawasan baru atau pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun, peningkatan konektivitas dan kemudahan pengguna, peluang usaha, khususnya UMKM yang dapat menimbulkan multiplier effect, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini