Share

Industri Serat dan Benang Filamen RI Memburuk, Ini Penyebabnya

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 17 November 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 320 2709282 industri-serat-dan-benang-filamen-ri-memburuk-ini-penyebabnya-R4mwvsAnwW.JPG Industri tekstil. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Industri serat dan benang filamen dikabarkan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSYFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan kalau kondisi cash flow perusahaan terus-terusan menipis karena kondisi pasar yang turun namun di sisi lain harus mengeluarkan biaya listrik, pajak, hingga upah karyawan.

Bahkan lebih parahnya, kata Redma, ada juga perusahaan yang produksinya diberhentikan secara total lantaran tidak kuat beroperasi.

 BACA JUGA:Mahasiswa ITS Kenalkan Pemanfaatan Serat Daun Nanas Menjadi Benang Tekstil

"Kondisi di sektor industri tekstil, memang kalau kemarin dari awal kita pengurangannya terus-terusan yang biasanya kita kurangin 1 line, 2 line. Sekarang ada sekitar 3 perusahaan full stop (operasi)," terang Redma dalam konferensi pers, Rabu (16/11/2022).

Oleh sebab itu Redma berharap pemerintah bisa memberikan perhatiannya secara khusus kepada industri serat dan benang sehingga bisa menghindari kondisi terpuruk yang berlanjut.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satunya, dia meminta pemerintah memberikan adanya kepastian hukum.

Sebenarnya, kata Redma, kepastian hukum sudah tercermin dengan adanya PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai acuan dalam menetapkan upah minimum.

Namun menurutnya, jika aturan ini diubah khususnya dalam hal penetapan upah minimum, bisa membuat keadaan lebih parah.

"Jadi tentunya, kalau kepastian hukum yang sudah diberikan hukumnya ada, tapi berganti lagi, jadi kita balik lagi ke belakang, yang tidak pasti lagi. Ini juga akan membuat membuat buruk citra kita di mata investor, kok ada hukumnya tapi berubah rubah," ungkapnya.

"Kepastian hukumnya dijalankan, saya kira keterpurukannya juga tidak akan terlalu berlanjut lama yang termasuk ketidakpastian market, kalau misalkan pemerintah konsisten terhadap aturan-aturan yang sudah dijalankan saya kira ke depan kita tidak akan terpuruk terlalu dalam," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini