Dari dalam negeri, lanjut Ariston, masalah suplai dan permintaan dolar AS disinyalir juga menjadi pemicu pelemahan rupiah.
"Permintaan dolar AS cenderung meningkat menjelang akhir tahun untuk berbagai kebutuhan korporasi," jelasnya,
Dia juga memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.7000-Rp15.730 per dolar AS dengan potensi penguatan di kisaran Rp15.650 per dolar AS.
Pada Jumat (18/11/2022) lalu rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,14% ke posisi Rp15.684 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.663 per dolar AS.
(Zuhirna Wulan Dilla)