Share

Hadapi Ancaman Resesi 2023, Perusahaan Diminta Tak Gegabah

Clara Amelia, Okezone · Senin 21 November 2022 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 320 2711771 hadapi-ancaman-resesi-2023-perusahaan-diminta-tak-gegabah-jfFb50RTlm.JPG Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Isu resesi 2023 langsung menjadi kekhawatiran seluruh dunia terkait dampak besar yang mungkin saja terjadi.

Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali, meminta agar masyarakat berkaca pada krisis yang sebelumnya pernah terjadi.

Hal itu agar pebisnis tidak perlu khawatir dan cepat-cepat mengambil keputusan yang berujung tidak menguntungkan.

Melansir dari YouTube Rhenald Kasali, Senin (21/11/2022), dunia tengah dilanda mistrust. Di mana akhirnya muncul istilah baru yang disebut sebagai trust recession.

 BACA JUGA:Resesi 2023 Masih Prediksi tapi Kenapa Dampaknya Sudah Terasa?

Trust recession adalah resesi yang disebabkan karena trust atau kepercayaan.

Resesi ini terjadi karena pikiran yang sudah percaya akan dan sudah terjadi resesi.

“Karena Anda percaya bahwa terjadi resesi, bahkan sebelum terjadi Anda sudah mempercayainya,” jelasnya.

Perusahaan yang baik dan hebat, katanya, adalahm yang mengerti hubungan antara high trust dan strong performance.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Di tengah resesi dan banyaknya perusahaan yang merosot, perusahaan yang baik bisa saja tidak percaya terjadi resesi.

Kemudian membangun trust dengan customer, trust dengan society, melakukan branding. Bahkan membangun pabrik baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Adapun cara untuk mendapatkan strong performance adalah melakukan investasi.

“Untuk mendapatkan strong performance itu, caranya bukan menghentikan investasi, (melainkan) caranya invest. Jadi bagaimana Anda mau panen kalau tidak invest. Bagaimana Anda mau mendapatkan rezeki kalau Anda taruh uang Anda dalam tabungan, Anda biarkan seperti itu, Anda tambah malah kaya tapi brand Anda tidak bekerja,” tegasnya.

Sebuah perusahaan tidak boleh mengabaikan trust.

Trust adalah modal untuk menentukan masa depan perusahaan.

“Jadi jangan sampai Anda abaikan trust. Trust ini adalah modal, harta tak berwujud, harta yang tak kelihatan yang menentukan masa depan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini