JAKARTA - Gempa 5,6 M di Cianjur, Jawa Barat menggunjang Gedung DPR RI. Rapat Komisi V DPR RI dengan BMKG, BNPB, dan Basarnas membahas evaluasi pelaksanaan APBN 2022 pun diskors.
Guncangan gempa terasa saat Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw tengah memaparkan beberapa agenda rapat yang akan dibahas.
Baca Juga: Getaran Gempa Cianjur Dirasakan Hingga Karawang, Sejumlah Rumah Sakit Ungsikan Pasien
"BMKG perlu mengambil langkah inovasi dalam desiminasi informasi cuaca secara cepat dan akurat kepada masyarakat agar mitigasi bencana dapat tercapai," kata Roberth saat membacakan agenda rapat, Jakarta, Senin (21/11/2022).
Roberth menyebutkan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Basarnas, BNPB, dan BMKG untuk melakukan peningkatan SDM hingga melakukan pengadaan peralatan di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika.
Baca Juga: BPBD Cianjur: 9 Meninggal Dunia Akibat Gempa, 3 di Antaranya Balita
Namun belum usai Roberth membacakan agenda rapat, Pantauan MNC Portal melalui kanal YouTube Komisi V DPR RI, kamera penyorot terguncang akibat gempa.
"Memerlukan peningkatan sumber daya manusia dan perlengkapan peralatan. Gempa, ini BMKG bikin gempa ini," kata Roberth.
Setelah guncangan selesai, ada interupsi dari BMKG untuk segera melakukan evakuasi darurat jika terjadi gempa susulan. Akhirnya Roberth memutuskan untuk rapat diskors hingga 30 menit.
"Harusnya kalau gempa begini, kita keluar dulu, tunggu 30 menit, kemudian kita masuk lagi, jadi saya skors kita keluar dulu lah," katanya.
(Feby Novalius)